Suara.com - Madura United menunjuk Rasiman sebagai pelatih kepala menggantikan Dejan Antonic yang mengundurkan diri di tengah kompetisi guna mengarungi putaran kedua Liga 1 2019.
Rasiman awalnya adalah asisten pelatih Dejan Antonic. Ia kemudian diangkat menjadi caretaker pada akhir Agustus 2019 setelah pelatih asal Serbia itu mengundurkan diri.
Alasan Dejan mengundurkan diri karena performa Laskar Sapi Kerab -- julukan Madura United-- yang tidak meraih kemenangan dalam lima pertandingan Liga 1 2019.
Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan bahwa alasan penunjukan Rasiman sebagai pelatih agar Slamet Nurcahyo dkk tidak harus melakukan penyesuaian ulang.
"Tidak banyak waktu untuk menyesuaikan pola latihan dengan pelatih baru. Kami lebih memilih mengangkat Coach Rasiman sebagai pelatih kepala. Kami patenkan jabatannya setelah sebelumnya jadi caretaker," kata Haruna seperti dikutip dalam resmi PT LIB, Jumat (6/9/2019).
Dengan ditunjuknya Rasiman, Madura United hanya tinggal membenahi staf kepelatihan. Satu yang telah didatangkan Madura yakni pelatih fisik Sansan Susanpur yang pada awal musim menangani Persija Jakarta.
"Sekarang, kami tinggal melengkapi staf kepelatihan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sementara itu, Rasiman mengaku siap untuk memberikan yang terbaik bagi Madura United di sisa 17 pertandingan ini. Meskipun diakuinya menangani tim Liga 1 tidak mudah.
"Ini tanggung jawab besar yang saya emban, tapi saya siap untuk memberikan yang terbaik di putaran kedua, tentu tetap membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua elemen," kata dia.
Berdasarkan catatan, penampilan Madura di bawah asuhan Dejan Antonic tidaklah buruk. Hingga akhir putaran pertama Madura menjadi salah satu klub kandidat juara.
Baca Juga: Madura United Bakal Jamu Persebaya dan Persib di Gelora Delta Sidoarjo
Saat ini, Laskar Sapi Kerab itu menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 30 poin membuntuti Bali United (40 poin) dan Tira Persikabo (33 poin).
Berita Terkait
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Pasrah Turun Kasta, Semen Padang Mulai Kibarkan Bendera Putih
-
Nenek Lahir di Jakarta, Eks Anak Asuh Giovanni van Bronckhorst Siap Bela Timnas Indonesia
-
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
-
MU Waspadai Efek Kejut Persebaya Surabaya Usai Dibantai Persija Jakarta
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Daftar Pemain, Statistik, Jadwal Pertandingan
-
Timnas Indonesia Siapkan Senjata Rahasia, Jepang hingga Qatar Bisa Kaget di Piala Asia 2027!
-
4 Fakta Penting Sebulan Jelang Kick Off Piala Dunia 2026
-
Isyarat Ancelotti Jadikan Neymar Jimat Ruang Ganti Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Jelang Piala Dunia 2026, Timnas Paling Dijagokan Juara Berdasarkan Analisa Ahli
-
Kritik Tajam Pep Guardiola Jelang Man City vs Crystal Palace: Saya Sama Sekali Tak Percaya VAR!
-
Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri
-
Cristian Chivu Minta Inter Milan Fokus Hadapi Lazio di Final Piala Italia
-
Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin
-
Profil Timnas Ghana: Wakil Afrika yang Nyaris Bikin Sejarah di Piala Dunia