Suara.com - Bek kanan Liverpool, Trent Alexander-Arnold menorehkan prestasi. Namanya masuk dalam daftar Guinness World Records 2020.
Penampilan impresif Liverpool nyatanya berbanding lurus dengan performa para pemain. Bukti ini bisa dilihat dari penampilan Trent Alexander-Arnold yang nyatanya menawan menjaga pertahanan The Reds di musim lalu.
Tercatat, Trent telah menorehkan 16 assist di semua kompetisi bersama Liverpool musim lalu. Sebanyak 12 di antaranya ditorehkannya di kompetisi Liga Primer Inggris.
Catatan assist tersebut pun membuat Trent masuk dalam Guinness World Record. Ia dimasukkan sebagai bek yang paling banyak memberikan assist di Liga Primer Inggris selama semusim.
"Ini adalah sebuah kehormatan. Saya selalu berusaha untuk tampil lebih baik dan membantu tim menciptakan peluang sebanyak mungkin," terang pemain berusia 21 tahun tersebut seperti dikutip dari laman Guinness World Record.
"Tapi ini semua tak lepas dari rekan-rekan di tim yang juga bermain baik. Karena seperti diketahui sepak bola merupakan permainan tim dan tanpa mereka rekor ini tidak akan terjadi. Pencapaian ini adalah momen membanggakan untuk saya dan keluarga," lanjutnya.
Ia menyebut Andy Robertson dan Virgil van Dijk punya peran besar atas performanya yang apik di lapangan.
"Dengan Robertson, kami sama-sama banyak memberi assist dan itu bagus membantu tim meraih kemenangan. Sementara Virgil, kami beruntung memilikinya yang memberikan rasa aman di lini belakang," akunya.
Lebih jauh, Trent mengaku assist yang paling berkesan yakni saat menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions musim lalu.
Di laga itu ia sukses memberikan assist pada Divock Origi yang mampu dikonversi jadi gol keempat sekaligus menutup kemenangan agregat jadi 4-3.
Baca Juga: Jelang Hadapi Manchester United, Liverpool Bisa Berbahagia Karena Ini
"Itu gol yang sangat spesial. Saya harap akan menjadi kenangan bagi tiap orang yang hadir di laga tersebut," ucapnya.
Rekor yang dicetak Trent sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang diukir oleh bek Everton Andy Hinchcliff musim 1994/1995 dan Leighton Baines di musim 2010/2011 dengan torehan 11 assist.
Berita Terkait
-
Jelang Hadapi Manchester United, Liverpool Bisa Berbahagia Karena Ini
-
Prediksi Sir Alex Ferguson Tentang Klopp Terbukti Benar, Ini Katanya
-
John Aldridge Sebut Man City Tak Bisa Sesukses Liverpool di Liga Champions
-
Khabib Nurmagomedov Sentil Mohamed Salah soal Video Mesra
-
Kalah Melulu, Manchester United Ingin Contek Liverpool Dalam Hal Ini
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati