Suara.com - Nasib apes menimpa dua kontestan Liga 1 2019, yakni Semen Padang dan Tira-Persikabo. Kedua klub tersebut mendapat hukuman dari FIFA usai melanggar aturan transfer pemain yang sudah teken kontrak.
Menurut surat resmi PT LIB tertanggal 2 Desember 2019, memutuskan bahwa Semen Padang dan Tira-Persikabo dijatuhi hukuman larangan melakukan aktifitas jual beli pemain selama tiga periode. Atau maksimal sampai kewajiban klub untuk membayar kompensasi kepada pemain yang dicoret sudah dipenuhi.
Surat tersebut merupakan tembusan dari putusan FIFA yang ditujukan kepada PSSI. Masing-masing tertanggal 21 November untuk Semen Padang, dan 31 Oktober untuk Tira-Persikabo.
Khusus untuk Semen Padang, kasus ini bermula saat salah satu pemain yang dicoret bernama Tristan Koskor melapor ke FIFA. Pemain asal Estonia itu sejatinya sudah meneken kontrak, namun dicoret karena dianggap tak produktif, padahal kompetisi resmi belum dimulai.
FIFA lantas memberikan respons awal, yakni Semen Padang dituntut memberi kompensasi atas keputusan sewanang-wenang itu. Manajemen Kabau Sirah dituntut membayar denda sebesar Rp 1,5 miliar, tapi akhirnya menyusut menjadi Rp 300 juta karena ketidaksanggupan.
Sementara itu, Tira Persikabo dikabarkan masih menunggak gaji mantan pemain asing, Elio Bruno Teixeira Martins. Kasus tersebut sejatinya sudah bergulir sejak Liga 1 musim 2017.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 Memanas: FIFA Tolak Keberatan Mesir dan Iran Terkait Atribut LGBT
-
Hormati Ajaran Islam! FIFA Ubah Trofi Man of The Match Piala Dunia 2026
-
Iran dan Mesir Lawan Agenda LGBTQ di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Bilang Begini
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey