Suara.com - Pelatih fisik kesebelasan Madura United Sansan Pur optimistis para pemain bisa menjaga kebugaran masing-masing dengan berlatih di rumah.
Sebagaimana diketahui, dampak dari pandemi COVID-19 yang membuat Liga 1 2020 harus ditangguhkan, para pemain Madura United diliburkan dan bertanggung jawab memelihara kondisi masing-masing.
"Tugas dari coach pasti, hanya jaga kondisi dan tetap berlatih menjaga stabilitas fisik," kata Sansan seperti dikutip dari laman resmi Liga Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020).
"Tidak ada tutorial atau program dari tim pelatih. Kita percaya individual training secara mandiri dilakukan oleh pemain secara profesional," tambahnya.
Mantan pelatih fisik Persija Jakarta itu yakin para pemain dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan bersikap profesional, karena Liga 1 masih dapat dilanjutkan saat pandemi COVID-19 mereda.
"Mereka sudah paham bagaimana menjaga profesinya, sehingga dengan situasi seperti ini mereka bisa mengukur kebutuhan masing-masing yang berbeda," pungkasnya.
Sebelum Liga 1 Indonesia dihentikan, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menghuni peringkat kedelapan dengan koleksi empat poin. Mereka mencatatkan satu kemenangan, satu kali imbang, dan satu kekalahan.
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Strategi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ambisi Chris Wood Akhiri Penantian 16 Tahun
-
Analisa Kekuatan Penuh Didier Deschamps Hadapi Irak, Norwegia, dan Senegal, Welcome Back Manu Kone
-
Prediksi Starting XI Jerman di Piala Dunia 2026: Kreatif Tanpa Striker Murni
-
Krisis Cedera Spanyol Mereda, Luis de la Fuente Pastikan Nico Williams Pulih di Piala Dunia 2026
-
Pukulan Telak Prancis! Rekan Calvin Verdonk Membelot ke Maroko Sejam Jelang Rilis Skuad Piala Dunia
-
Peluang Juara Dihancurkan Persib, Persija Jakarta Bertekad Bangkit saat Hadapi Persik Kediri
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Bantai Semen Padang 7-0
-
Lolos Piala Dunia, Pundit Belanda Justru Sebut Curacao Akan Kalah Jika Lawan Timnas Indonesia Lagi