Bola / Bola Indonesia
Selasa, 07 Juli 2020 | 11:20 WIB
Boaz TE Solossa (dua kiri) bersama sejumlah pemain tim Persipura Jayapura sedang berlatih di Batu, Malang, Jatim. (ANTARA /HO-Persipura Jayapura)

Suara.com - PSSI telah membuat Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 soal kelanjutan Liga 1 2020 yang akan digelar pada Oktober mendatang. Namun, usai dikeluarkannya SK tersebut ada beberapa tim yang keberatan ikut kompetisi.

Seperti Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Barito Putera. Terbaru, Persipura Jayapura menolak ikut serta jika tidak adanya izin dari pemerintah.

Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Babena, menyebut terlalu berisiko menggelar kompetisi di tengah pandemi COVID-19. Sebab, Indonesia masih terbilang tinggi dalam kasus wabah corona ini.

Rocky Babena, Sekretaris Umum Persipura Jayapura (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

"Persipura sudah dari awal memang menegaskan bahwa sebaiknya kompetisi saat ini tidak dijalankan terlebih dahulu. Karena masih memiliki risiko yang sangat tinggi," kata Rocky Babena saat dihubungi awak media via telepon, Selasa (7/7/2020).

"Jika PSSI tetap mau menggelar kompetisi kita tunggu saja apakah pemerintah izinkan atau tidak. Sebaiknya ditunda, bila gugus tugas tidak merekomendasikannya, jika digelar tanpa adanya izin dari pemerintah, sudah jelas kami tidak akan ikut berpartisipasi," tambahnya.

Lebih lanjut, Rocky menambahkan kondisi di Jayapura masih jauh dari kata normal. Kasus positif corona di Papua masih terbilang tinggi.

"Ya masih ada kasus positif di Jayapura sampai dengan saat ini. Jadi kita belum bisa pastikan kapan ini akan selesai, yang terbaru saja ada dua kasus meninggal dunia bertambah menjadi dua, itu yang mengkhawatirkan," pungkasnya.

Meski sudah mengumumkan kompetisi berlangsung pada Oktober, PSSI belum mengumumkan detailnya. Seperti waktu kick off, regulasi, termasuk di dalamnya izin dari pemerintah.

Baca Juga: Igor Kriushenko Akui Kondisi Fisik Pemain Tira Persikabo Memprihatinkan

Load More