Syaiful Rachman
Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:26 WIB
Penyerang sekaligus kapten Barcelona, Lionel Messi (kanan) dan penyerang Ousmane Dembele (tengah) melakoni sesi latihan di Joan Gamper Sports City, Barcelona, jelang laga Liga Champions 2019/2020 kontra Inter Milan. [LLUIS GENE / AFP]

Suara.com - Manchester United (MU) memang masih melanjutkan negosiasi untuk transfer pemain Borussia Dortmund Jadon Sancho, meski peluang mereka semakin kecil mendaratkan penyerang timnas Inggris tersebut.

Kini Setan Merah sudah mulai mencari alternatif lain dan mereka mulai mempertimbangkan untuk mendekati pemain Barcelona Ousmane Dembele bila transfer Sancho benar-benar gagal diwujudkan.

Menurut laporan ESPN pada Rabu (12/8/2020), MU telah membuka pembicaraan dengan Barcelona terkait pemain asal Prancis tersebut.

Kabarnya, MU tertarik untuk mendatangkan Dembele sebagai pemain pinjaman selama satu musim dengan opsi pembelian di akhir musim 2020/21.

Winger Borussia Dortmund, Jadon Sancho usai mencetak gol ke gawang SC Paderborn pada laga lanjutan Bundesliga 2019/2020, Senin (1/6/2020) dini hari WIB. [Lars Baron / POOL / AFP]

Meski demikian, belum ada tawaran resmi terkait Dembele dan masing-masing pihak masih dalam tahap diskusi informal.

Dembele sendiri masih menyisakan dua tahun dalam kontraknya dengan Blaugrana. Namun, pemain berusia 23 tahun jarang tampil karena sering kali mengalami cedera.

Terakhir kali Dembele bermain memperkuat Barcelona pada November 2019. Ia kemudian harus menjalani operasi untuk mengatasi masalah cederanya pada Februari 2020.

Pemain Barcelona Ousmane Dembele menjebol gawang Sevilla dalam pertandingan La Liga di Camp Nou, Senin 7 Oktober 2019. [AFP]

Masalah finansial yang sedang dialami Barcelona karena pandemi virus corona dapat memaksa mereka untuk melepas pemain termahal kedua mereka tersebut.

Namun, Barcelona tidak berniat untuk melepas sang pemain dengan harga murah. Raksasa Katalunya tersebut memboyong Dembele dari Borussia Dortmund dengan nilai transfer sebesar 120 juta euro (sekitar Rp2,1 triliun) pada 2017.