Suara.com - Seiring berlalunya waktu, hingga Selasa (1/9/2020), belum ada tanda-tanda kekisruhan ihwal Lionel Messi di Barcelona akan mereda. Pihak klub dan pihak Messi masih sama-sama teguh pada pendapat masing-masing sehingga masih menemui jalan buntu.
Tidak ada pihak yang mundur dalam konflik ini karena kedua belah pihak yakin bahwa mereka benar dan tidak mau mengubah pikiran masing-masing.
Jorge Messi, ayah sekaligus agen Lionel Messi, dikabarkan akan bertolak dari Rosario, Argentina, menuju Barcelona dalam beberapa hari mendatang.
Jorge ingin bertemu dengan Presiden Barcelona FC Josep Maria Bartomeu guna membahas kembali keinginan Messi hengkang dari Camp Nou dengan cara yang baik dan sesuai dengan kesepakatan yang tertera dalam kontrak yang berlaku saat ini.
Messi tidak ingin meninggalkan Barcelona lewat pintu belakang karena tidak ingin merusak hubungan dengan klub yang sudah hampir 20 tahun menaunginya.
Peraih enam penghargaan Ballon d'Or itu berpikir dia tidak lagi terikat dengan Barcelona dan menganggap statusnya saat ini free agent.
Messi memahami bahwa, sesuai kontraknya, ia bisa pergi musim panas ini tanpa klub lain harus membayar klausul pelepasan 700 juta euro.
Namun, Bartomeu tidak setuju dan tidak ingin kehilangan kapten dan megabintang klub Catalonia itu. Bartomeu pun kabarnya menolak untuk bernegosiasi dengan Messi tentang keinginan hengkang pemain asal Argentina itu. Pihak Barcelona hanya ingin bernegosiasi soal kontrak baru.
Posisi klub adalah klausul rilis tetap berlaku hingga akhir kontrak Messi musim panas mendatang karena sang pemain tidak memberi tahu mereka bahwa ia ingin pergi hingga batas waktu 10 Juni.
Baca Juga: Gokil! Suporter Stuttgart Galang Dana Demi Datangkan Lionel Messi
Ketika dia bertemu Jorge, Bartomeu ingin berbicara tentang kontrak baru berdurasi dua tahun untuk Messi, dengan klausul 10 Juni masih disertakan.
Bartomeu juga akan menegaskan kepada Jorge bahwa putranya tetap menjadi titik fokus rencana pelatih baru Barcelona Ronald Koeman. Koeman membutuhkan Messi untuk membangun skuat baru Blaugrana.
Kemungkinan kehilangan Messi dari rival Liga Champions seperti Manchester City tanpa biaya transfer tidak pernah terlintas di benak direksi klub.
Jadi, di sinilah kedua belah pihak berdiri dalam pertemuan yang diharapkan antara Jorge dan Bartomeu ini.
Namun, tampaknya masalah ini akan lebih mungkin diputuskan di pengadilan daripada kekeluargaan.
7 Alasan Messi ingin tinggalkan Barcelona dan 3 Alasan Barcelona wajib melepasnya
Sebagaimana diketahui, Messi baru-baru ini membuat heboh jagad sepak bola dengan permintaannya untuk dilepas Barcelona menyusul krisis yang dialami klub di dalam dan di luar lapangan.
Messi mengincar klausul pemutusan dalam kontraknya, yang memungkinkan dirinya untuk hengkang dari Barcelona di akhir musim setiap tahunnya dengan status free agent.
Meski demikian, dalam kontrak Messi dengan Barcelona yang berlaku saat ini, previlege yang didapat Messi itu sudah berakhir sejak Juni 2020 lalu. Dengan kata lain sang megabintang tak lagi bisa mengandalkan klausul pemutusan itu untuk pergi dari Barcelona secara gratis.
Akan tetapi, Messi dan pihak kuasa hukumnya tidak menyerah. Kenyataan kompetisi yang sempat dihentikan akibat pandemi COVID-19 diyakini bisa menjadi celah bagi dirinya untuk hengkang dari Camp Nou, meski klausul yang disebutkan di atas memang sudah kedaluarsa.
Untuk tetap bertahan di Barcelona, sepertinya sudah teramat berat bagi Messi. Baru-baru ini, Messi pun tidak datang untuk mengikuti tes swab COVID-19 jelang sesi latihan Barcelona.
Dilaporkan Marca, paling tidak ada 10 alasan, dari sisi legal (hukum) dan olahraga, kenapa Messi sudah tidak tahan bermarkas di Camp Nou dan ingin cepat-cepat angkat kaki.
Berikut 10 alasan Lionel Messi ingin segera angkat kaki dari Barcelona:
Dari sisi hukum:
1. Deadline bagi Messi untuk mengaktifkan klausul pelepasan dengan status free transfer otomatis diperpanjang hingga akhir musim. Mengingat kompetisi sempat ditangguhkan akibat pandemi COVID-19, tanggal 10 Juni 2020 yang tercantum dalam kontrak sebagai batas akhir pengaktifan klausul istimewa itu tidak lagi valid.
2. Dalam kontrak Messi, tidak ada klausul pembatalan kontrak senilai 700 juta euro di tahun terakhir masa kontrak. Kontrak Messi sendiri di Barcelona akan berakhir pada tahun 2021.
Artinya, saat ini sudah memasuki tahun terakhir kontrak pemain Argentina itu di Camp Nou.
3. Dalam wawancara dengan media selama ini, Presiden Barcelona FC Josep Maria Bartomeu berulang kali menyatakan Messi bisa meninggalkan Barcelona kapanpun.
7 fakta yang menggambarkan kondisi klub yang membuat Messi tidak lagi kerasan:
1. Barcelona menjadi kurang ambisius dan Messi tidak yakin dengan masa depan tim yang selalu ingin memenangi gelar, baik domestik maupun Eropa.
2. Waktu dan cara pemecatan Ernesto Valverde tidak sesuai dengan hati nurani Messi.
3. Messi punya masalah dengan direksi klub. Dia tidak setuju dengan berbagai kebijakan yang dibuat klub dalam beberapa bulan terakhir. Seperti yang pernah terkuat di Media Sosial pada awal tahun 2020.
4. Hubungan Messi dengan beberapa figur klub retak. Termasuk dengan mantan rekannya Eric Abidal yang menyalahkan Messi dan pemain lain atas pemecatan Valverde.
5. Messi merasa ide-idenya tidak didengarkan.
6. Bagi Messi ini merupakan akhir sebuah era di Barcelona. Messi sepakat dengan Gerard Pique yang berpendapat sudah waktunya bagi pemain senior menyingkir dan membuka jalan bagi para pemain muda.
7. Messi dan keluarganya selalu menjadi target skandal Barcelona yang mencuat di sosial media. Ia sangat tidak senang dengan cara-cara yang dilakukan klub.
Tag
Berita Terkait
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Nasib Marcus Rashford di Barcelona Masih Abu-abu, Transfer Rp587 Juta Masih Tanda Tanya
-
Skandal Besar! Barcelona Putus Kontrak Sponsor dengan Perusahaan Kripto, Ada Apa?
-
Liga Spanyol Pekan ke-19: Sajikan Derbi Barcelona, Persaingan Papan Atas dan Bawah Memanas
-
Jadwal Lengkap Siaran Langsung Bola Januari 2026: Ada Man City vs Chelsea Hingga Derby Barcelona!
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
-
Persik Kediri vs Persib Bandung Resmi Digelar di Stadion Brawijaya, Bobotoh Dilarang Datang
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Ruben Amorim Tantang Pemain Muda Manchester United Hadapi Atmosfer Panas Elland Road
-
Detik-detik Emosi Donnarumma Meledak Usai City Ditahan Sunderland, Pep Guardiola Turun Tangan
-
Presiden PSG Untuk Ketiga Kalinya Bebas: Kasus Korupsi Nasser Al-Khelafi Gugur di Pengadilan Swiss
-
Rp 21 Triliun! Komisi Agen Pemain 2025 Meledak 90%, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bekukan Timnas Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang Lawan Balik