Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mengaku kabar timnya bakal dikirim ke luar negeri untuk menjalani training camp (TC) masih belum pasti. Pandemi COVID-19 yang masih terjadi sampai dengan saat ini menyulitkan segala sesuatunya.
Kabar Timnas U-16 bakal dikirim ke luar negeri untuk TC keluar dari Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi. Lelaki yang merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini menyebut Timnas U-16 akan diusahakan menjalani pemusatan latihan di luar negeri, setelah batal melakukan uji coba dengan Uni Emirat Arab di bulan Oktober ini.
Bahkan, Yunus menyebut PSSI punya rencana mengirim Garuda Asia --julukan Timnas U-16-- ke Turki. Nantinya, armada Bima Sakti akan bergabung bersama Timnas Indonesia U-19 yang saat ini sedang TC di Kroasia.
Namun, rencana pemusatan latihan di Turki belum bisa terlaksana. Pasalnya, PSSI belum mendapat respons dari federasi sepakbola Turki mengenai hal ini.
"Untuk pemusatan latihan di luar negeri masih belum pasti," kata Bima saat dikonfirmasi Suara.com lewat pesan WhatsApp, Jumat (2/10/2020).
Meski begitu, eks penggawa Timnas Indonesia era 1990-an ini mengakui PSSI sudah punya rencana tersebut. Namun, masih sulit dilakukan karena adanya pandemi COVID-19.
"Sebenarnya memang sudah direncanakan. Tapi situasi pandemi seperti sekarang memang agak sulit jadinya," pungkas mantan pemain Persiba Balikpapan ini.
Sejauh ini, Garuda Asia rutin berkumpul dalam setiap bulannya untuk pemusatan latihan. Namun, mereka kesulitan menemukan lawan uji coba internasional di situasi pandemi seperti sekarang.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-16 disiapkan untuk Piala Asia U-16 pada awal tahun 2021. Armada Bima Sakti ini diharapkan bisa mencapai semifinal agar tampil pada Piala Dunia U-17 2021 di Peru.
Baca Juga: Jalani TC Berkala, Bima Sakti Sebut Kemampuan Timnas U-16 Meningkat
Berita Terkait
-
Jalan Menuju Timnas U-16, Putri Surakarta Dampingi Scorpion FC ke HSL Nasional!
-
Bima Sakti: Saya Tidak Pikir Panjang Terima Ini
-
Kembali Melatih, Bima Sakti Resmi Jadi Nakhoda Baru Persela Lamongan
-
Piala Dunia U-17 dan 2 Poin Mati yang Jadi Indikator Kesuksesan Nova Arianto Bersama Garuda Muda
-
Perkuat Pertahanan, Dewa United Rekrut Bek Jebolan Timnas Indonesia U-16
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus