Suara.com - Amiruddin Bagus Kahfi menyampaikan permintaan maaf kepada klubnya Barito Putera atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini. Ia mengaku sama sekali tidak ada maksud untuk membuat hal tersebut terjadi.
Seperti diketahui, masalah Bagus dan Barito Putera jadi bahan pembicaraan baru-baru ini. Hal ini bermula saat saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa ini menuliskan curahan hatinya soal kegagalannya membela klub Belanda, FC Utrecht.
Akibat unggahan itu netizen beramai-ramai menyerang Barito Putera karena tidak mau memberikan jalan kepada Bagus untuk mewujudkan mimpi merumput di Eropa.
Seperti diketahui, dalam permasalahan ini ada sedikit perbedaan pendapat yang menyebabkan Bagus gagal berkarier di FC Utrecht. Klub Negeri Kincir Angin tersebut memberi tenggat kepada Barito Putera untuk memberikan surat keluar Bagus.
Tak ada respons dari waktu yang sudah ditentukan FC Utrecht pun akhirnya menarik minat mereka terhadap Bagus Kahfi. Sekedar informasi, Bagus masih memiliki sisa kontrak di Barito Putera dan diharapkan ada komunikasi yang yang dilakukan oleh FC Utrecht.
"Saya terkejut ada kegaduhan karena kesalahpahaman unggahan saya di media sosial. Hari ini saya pastikan, tidak ada masalah lagi, dan Barito Putera justru memberikan dukungan untuk saya tentunya dengan proses yang tepat dan profesional," tulis Bagus di akun Instagram pribadinya @baguskahfiii.
"Saya meminta maaf ke keluarga besar Barito Putera, suporter Barito Putera dan Masyarakat Kalimantan Selatan. Terima kasih, jaya selalu untuk Barito Putera," Bagus menambahkan.
Sekedar mengingatkan, Bagus dilirik FC Utrecht, berkat adanya rekomendasi dari direktur teknik Garuda Select, Dennis Wise. Legenda Chelsea tersebut menilai sang pemain punya kemampuan untuk bersaing dengan para pesepakbola di Eropa.
Sebelumnya, Bagus juga sempat bergabung dengan FC Utrecht beberapa waktu lalu. Namun, saat itu ia hanya melakukan rehabilitasi cedera lutut yang dideritanya.
Baca Juga: Usai Dicoret dari Timnas U-19, Yudha Febrian Kini Malah Asyik Piknik
Berita Terkait
-
Gagal Promosi, Teco Ajak Manajemen Evaluasi Barito Putera
-
Momen Bersejarah! Assist Perdana Claudia Scheunemann di Eropa, Bantu FC Utrecht Menang 3-0
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Eks Andalan STY Sebut Super League Lebih Baik Dibanding Divisi Dua Belanda, Kok Bisa?
-
Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati