Suara.com - Pemain Persija Jakarta, Marc Klok, angkat bicara soal ketertarikan raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) kepadanya. Menurut Klok, itu semua hanya rumor karena hingga saat ini belum ada tawaran dari pihak JDT.
Meski demikian, Klok mengakui ada beberapa tim di Malaysia yang menginginkan jasanya. Klok enggan menyebut nama-nama klub Malaysia tersebut, tapi yang pasti bukan JDT.
Terlepas dari keengganan Klok menyebut klub-klub yang dimaksud, selain JDT sejumlah klub Negeri Jiran dikabarkan melirik pemain kelahiran Belanda itu. Klub-klub tersebut adalah Kedah FA, Perak FA, Terengganu FC, dan Selangor FC.
"Bahwa ada klub lain menawar ke saya itu betul. Namun untuk JDT hanya sekadar rumor belaka," kata Marc Klok saat dihubungi oleh awak media.
Lebih lanjut, Klok menjelaskan untuk saat ini fokusnya adalah bersama Persija. Eks PSM Makassar itu ingin menyumbangkan trofi bagi skuat berjuluk Macan Kemayoran.
Apalagi, Persija dipilih oleh PSSI sebagai wakil Indonesia di Piala AFC 2021. Sang pemain bertekad menorehkan prestasi di kejuaraan tersebut.
"Mimpi saya, memberikan trofi dulu di Persija. Target saya di Piala AFC ingin juara bersama Persija," jelas Klok.
"Saya senang bisa mendapatkan kesempatan bermain di Piala AFC lagi. Saya punya kenangan baik di turnamen ini secara individu karena pernah mencetak dua gol bagus ketika di PSM," ucapnya.
Namun, pemilihan Persija sebagai wakil Indonesia di Piala AFC 2021 menuai kontroversi. Persipura Jayapura mempertanyakan keputusan PSSI soal penunjukkan Persija menemani Bali United di kejuaraan tersebut.
Baca Juga: Klub Singapura Ini Ungkap Bek Yann Motta akan Gabung Persija
Pasalnya, sudah ada aturan mengenai pemilihan wakil federasi di kompetisi Asia. Merujuk regulasi AFC khususnya panduan manual Sporting Criteria point 9.1, keputusan PSSI jelas tidak sesuai dengan aturan yang ada.
Urutan klub yang berhak mendapatkan jatah ke turnamen berdasarkan aturan AFC itu adalah: 9.1.1 Klub Juara Liga domestik, 9.1.2 Juara piala domestik, 9.1.3 Runner up liga domestik, dan 9.1.4 Peringkat tiga liga domestik.
Apabila menggunakan skema sesuai regulasi, maka yang menemani Bali United di Piala AFC 2021 adalah Persipura Jayapura selaku peringkat ketiga Liga 1 2019.
Memang terdapat nama PSM Makassar dan Persebaya Surabaya. PSM adalah juara Piala Indonesia, sementara Persebaya adalah runner-up Liga 1 2019.
Sayangnya, kedua klub tersebut tak lolos lisensi AFC. Terkait protes yang dilayangkan Persipura, hingga kini belum ada respons dari PSSI.
Berita Terkait
-
Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
Belum Dijual, tapi Tak Dipakai, Shin Tae-yong Bikin Status Van Basty Souza di Persija Tidak Jelas
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat
-
Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik