Suara.com - Partai hidup mati matchday pamungkas Grup C Piala Menpora 2021 antara Persela Lamongan vs Persik Kediri berjalan sengit di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021) sore WIB.
Sama-sama butuh kemenangan untuk lolos ke babak delapan besar Piala Menpora, kedua tim harus puas dengan hasil imbang 2-2.
Dengan hasil seri ini, maka akan dilakukan perhitungan yang cukup rumit untuk menentukan siapa yang akan lolos ke perempatfinal.
Itu pun jika PSS Sleman gagal menang atas Persebaya Surabaya di laga pamungkas Grup C malam ini, yang juga akan dihelat di Jalak Harupat.
Bagi Persela Lamongan --yang sejatinya unggul jumlah pemain dari Persik Kediri di hampir sebagian besar periode laga-- kegagalan meraih poin penuh dari laga sore ini membuat tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut dipastikan gagal melaju ke delapan besar.
Sementara bagi Persik, gol telat mereka hari ini setidaknya memperpanjang napas tim berjuluk Macan Putih itu di Piala Menpora.
Ya, Persik tentu berharap PSS malam ini bisa kalah telak di tangan Persebaya. Bagi PSS sendiri, hasil seri lawan Persebaya sudah cukup untuk mengantarkan mereka ke babak delapan besar.
Sementara itu, Persebaya sendiri sebelumnya sudah mengunci satu tiket perempatfinal Piala Menpora dari Grup C.
Jalannya Pertandingan
Baca Juga: Tak Sabar Nantikan Laga 8 Besar Kontra PSM, CEO PSIS: Pasti Bakal Menarik
Di Jalak Harupat, pada menit ke-13, aksi individual brilian Yusuf Fuad Burhani melahirkan keunggulan 1-0 bagi Persik Kediri. Meliuk-liuk masuk ke kotak penalti, tendangan kaki kanan Yusuf sukses merobek jala gawang Persela.
Sayang, keunggulan Persik hanya bertahan tiga menit saja. Persela mendapatkan hadiah penalti setelah bek gaek Persik, OK John melakukan pelanggaran konyol terhadap Akbar Hermawan di dalam kotak 16.
Tak hanya menunjuk titik putih, wasit juga memberikan OK John kartu kuning kedua atas pelanggaran tersebut. Pemain 37 tahun itu pun harus mengakhiri pertandingan secara prematur.
Melvyn yang maju sebagai eksekutor penalti pun sukses menunaikan tugasnya dengan sempurna. Eks striker Werder Bremen itu mengirim bola ke pojok kanan atas gawang Persik .
Unggul jumlah pemain, Persela kembali tancap gas untuk menambah gol. Pada menit ke-25, Melvyn kembali bikin gol dan membawa Persela berbalik unggul.
Upaya fullback kanan Persela, Birrul Walidain membantu serangan berbuah hasil. Setelah melakukan penetrasi, dia melepaskan crossing matang yang disambut dengan tandukan keras oleh Melvyn.
Kiper Persik, Dikri Yusron praktis tak berdaya mencegah bola masuk ke gawangnya. Persela Lamongan unggul 2-1.
Kedua tim saling jual-beli serangan di sisa waktu babak pertama, dengan sejumlah insiden pun terjadi sebagaimana permainan keras jadi tontonan di Jalak Harupat.
Meski demikian, skor 2-1 untuk keunggulan Persela tetap bertahan sampai half-time.
Memasuki babak kedua, Persela menguasai jalannya pertadingan di awal-awal dan juga lebih banyak mengambil inisiatif untuk menyerang.
Ini terbilang wajar, mengingat mereka unggul jumlah pemain atas sang lawan.
Persela sendiri mendapat pukulan telak pada menit ke-57 setelah pencetak dua golnya, Melvyn Lorenzen, mengalami cedera dan harus diganti.
Namun demikian Ibrahim Musa, sang pengganti Melvyn, berhasil memainkan perannya dan beberapa kali sukses membuat pemain belakang Persik kewalahan.
Masuk ke 10 menit terakhir pertandingan, Persik secara tak dinyana justru berhasil menyamakan skor. Ini setelah mereka mendapatkan hadiah penalti di menit ke-84.
Revan Joni melakukan pelanggaran kepada Ibrahim Sanjaya di kotak terlarang, dan kesalahan tersebut benar-benar harus dibayar mahal oleh Persela.
Andri Ibo yang menjadi eksekutor penalti bagi Persik berhasil mengonversi sepakannya menjadi gol sehingga skor kini 2-2.
Di menit-menit akhir, giliran Persela yang kini harus bermain dengan 10 pemain setelah Nasir mendapatkan kartu kuning keduanya.
Bermain saling menyerang di sisa waktu pertandingan demi menjaga asa lolos, kedua tim akhirnya gagal mendapatkan gol kemenangan mereka.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 tetap bertahan. Bagi Persela sendiri, kegagalan meraih kemenangan tentu amat menyakitkan.
Susunan Pemain:
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Hasil BRI Super League: Laga Sengit, PSIM Yogyakarta Tahan Persik Kediri
-
Van Gastel Waspadai Ketajaman Persik Kediri, PSIM Yogyakarta Diminta Tampil Maksimal
-
BRI Super League: Permainan PSIM Yogyakarta Bikin Was-was Pelatih Spanyol, Ini Penyebabnya
-
Taktik Marcos Reina Torres Demi Persik Kediri Redam PSIM Yogyakarta di Gelora Joko Samudra Gresik
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Puji Lamine Yamal, Hansi Flick: Semua Orang Tahu Kualitasnya
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab