Bola / Bola Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 | 19:20 WIB
Persik Kediri (IG Persik Kediri)
Baca 10 detik
  • Persik Kediri mengincar kemenangan atas Persija sebagai kado perpisahan untuk Persikmania.

  • Pelatih Marcos Reina ingin menutup laga kandang terakhir dengan hasil maksimal di Brawijaya.

  • Kemenangan dua laga sisa berpotensi membawa Persik finis di peringkat lebih baik.

Suara.com - Persik Kediri bertekad mengamankan poin penuh saat menjamu Persija Jakarta sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi suporter. Laga di Stadion Brawijaya pada Sabtu nanti menjadi kesempatan terakhir tim memberikan kebahagiaan di hadapan publik sendiri.

Pertandingan ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan panggung pembuktian loyalitas tim terhadap dukungan militan Persikmania. Marcos Reina menilai duel melawan Macan Kemayoran adalah momentum paling tepat untuk menutup musim kandang dengan kepala tegak.

Keberhasilan lolos dari ancaman degradasi musim ini menjadi fondasi kepercayaan diri skuat Macan Putih menghadapi tim tamu.

Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung dalam laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB. [Dok. Persib]

Skuat asuhan pelatih asal Spanyol tersebut ingin menghapus memori pahit musim ini dengan selebrasi kemenangan penutup.

Kemenangan akan menjadi simbol ikatan emosional yang kuat antara pemain dan suporter yang telah bertahan selama sembilan bulan. Manajemen dan tim teknis sepakat bahwa laga kontra Persija memiliki nilai prestise yang sangat tinggi bagi masyarakat Kediri.

Ambisi ini selaras dengan upaya tim untuk melampaui pencapaian poin dan posisi klasemen pada musim sebelumnya. Bayu Otto dan kawan-kawan dipastikan bakal tampil habis-habisan guna meredam agresivitas serangan tim ibu kota tersebut.

Rifqy Ray Farandi, pemain muda Persik Kediri yang dipanggil untuk gantikan Marselino Ferdinan. (Instagram/rifqirayy)

“Pertandingan lawan Persija akan sangat spesial. Kami berusaha memenangkan pertandingan sebagai kado perpisahan tim dan suporter musim ini. Apalagi kita main di kandang dan Persija salah satu tim terbaik di Liga 1," Marcos Reina.

Tekanan bermain di kandang sendiri justru dianggap sebagai energi tambahan bagi pemain untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Marcos Reina menekankan bahwa menghadapi tim besar seperti Persija membutuhkan fokus ekstra demi menjaga kehormatan markas besar.

Pelatih tersebut menyadari betapa besarnya pengorbanan suporter yang tetap setia mendampingi dalam kondisi menang maupun kalah. Kemenangan akhir pekan nanti diharapkan menjadi penawar rasa lelah bagi semua elemen yang mencintai klub kebanggaan Kediri.

Baca Juga: Tekad Marc Klok Jelang Dua Laga Penentu Persib: Hadapi Apa Pun Demi Juara

“Ini pertandingan terakhir kami di kandang. Kami ingin memberikan kemenangan untuk para suporter dan semua yang datang mendukung tim," ujar Marcos Reina.

"Jadi kami akan mencoba memberikan yang terbaik, setelah tim dan suporter merasakan pahit manis kompetisi musim ini,” lanjutnya.

Saat ini Persik Kediri menduduki peringkat ke-12 dengan raihan 39 poin dari 32 laga yang telah dijalani. Catatan 11 kemenangan dan 6 hasil imbang menjadi modal statistik yang ingin ditingkatkan dalam dua sisa pertandingan.

Jika mampu menundukkan Persija dan Persebaya, Macan Putih berpeluang besar mengakhiri musim di posisi sepuluh besar. Pencapaian ini akan menjadi progres nyata dibandingkan hasil akhir musim lalu yang berada di peringkat serupa.

Langkah Persik untuk bertahan di kasta tertinggi telah dipastikan setelah kemenangan krusial atas Arema FC sebelumnya.

Kala itu, kemenangan tipis 3-2 di Gresik memicu perayaan besar dari para suporter yang melakukan konvoi syukur.

Load More