Suara.com - Zinedine Zidane baru-baru ini mengatakan jika ia sakit hati sehingga memilih untuk meninggalkan Real Madrid, klub yang sudah ia persembahkan banyak gelar, termasuk tiga trofi Liga Champions secara beruntun.
"Saat ini kehidupan seorang pelatih di ruang istirahat di klub besar adalah dua musim. Agar bisa bertahan lebih lama, hubungan antarmanusia itu penting, mereka lebih penting daripada uang, lebih penting daripada ketenaran, lebih penting dari segalanya. Hal-hal itu perlu dipelihara," tulis Zidane dalam surat yang ditujukan kepada fans Real Madrid, yang diterbitkan oleh AS, Senin (31/5/2021).
"Itulah mengapa saya merasa sakit hati ketika saya membaca di media, setelah kekalahan, bahwa saya akan dipecat jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya."
"Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan yang sengaja bocor ke media ini secara negatif memengaruhi skuad."
Real Madrid tidak pernah jauh dari headline yang kontroversial, dan itu sudah terjadi sebelum Zinedine Zidane tiba di Madrid. Namun demikian, Zidane sepertinya sudah muak.
Meski ada beberapa faktor yang menyebabkan keputusannya meninggalkan Madrid, ada satu insiden yang benar-benar membuat Zidane meledak. Yaitu ketika masa kepemimpinannya di Los Blancos di pertanyakan.
Zidane merasa dia tidak mendapat dukungan dari klub selama masa-masa sulit kampanye, dan dia melihat bahwa klub tidak mendukungnya ketika berita muncul di media yang mempertanyakan pekerjaannya atau bahkan menyudutkan agar ia dipecat.
Marca pernah memberitakan soal masa depan Zidane setelah kekalahan Liga Champions pertama dari Shakhtar Donetsk di fase grup. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan kelima yang ditela Madrid dalam 15 pertandingan kompetitif.
Selain Marca, media Spanyol lainnya, El Espanol dan El Mundo, mengabarkan jika posisi Zidane dalam bahaya. Laporan tersebut didasari pernyataan sumber dari dalam klub.
Baca Juga: Kontrak di Liverpool Segera Berakhir, Wijnaldum Akui Kontak dengan Barcelona
Januari 2021, Zidane kembali diserang setelah Real Madrid tersingkir di ajang Supercopa de Espana dan tereliminasi dari Copa del Rey. Ketika itu, "Siklus Zidane di Real Madrid Berakhir" menjadi headline Marca.
Zidane, yang ketika itu mulai habis kesabaran, naik pitam dalam sebuah konferensi pers jelang pertandingan di Valdebebas. Ketika itu, Zidane mengklaim jika para pemain dan dirinya sudah bekerja keras.
“Mari kita setidaknya berjuang untuk liga sampai akhir karena, sejauh yang saya tahu, Real Madrid adalah sang juara. Anda selalu mengatakan bahwa di akhir musim segala sesuatunya harus berubah," kata Zidane di awal paruh kedua La Liga musim 2020/21.
"Anda memberitakan bahwa akan ada perubahan kepelatihan... jangan mengatakannya di belakang saya, "seru Zidane.
Kejeniusan Zidane di Tengah Keterbatasan
Musim 2020/21 memang menjadi musim yang terlampau berat bagi Zidane. Di awal musim, Zidane tidak diberikan pemain baru dengan dalih guncangnya kondisi finansial klub akibat pandemi.
Seiring dengan bergulirnya musim serta kompetisi domestik dan Eropa, badai cedera pemain kerap melanda Real Madrid.
Bahkan Zidane pernah kehilangan enam hingga tujuh pemain kunci sejumlah pertandingan krusial. Akan tetapi, Zidane yang ketika itu kerap mengambil empat pemain muda dari Castilla besutan Raul Gonzalez, berhasil memenangi pertandingan.
Di tengah keterbatasan tersebut, Zidane berhasil membawa Real Madrid finis di posisi dua klasemen akhir La Liga dengan 84 poin. Madrid hanya tertinggal dua poin dari sang juara Atletico, yang di musim panas 2020 berbenah dengan mendatangkan sejumlah pemain hebat, termasuk Luis Suarez dari Barcelona.
Di Liga Champions, Real Madrid berhasil tampil di babak semifinal. Meski mereka akhirnya disingkirkan Chelsea dengan agregat 3-1.
Berita Terkait
-
Debut Solid, Maarten Paes Langsung Pasang Target Tinggi di Ajax, Apa Itu?
-
Alasan Alvaro Arbeloa usai Real Madrid Dipermalukan Osasuna
-
Inter Milan Siap Balas Dendam, Chivu Sebut Peluang Singkirkan Bodoe Glimt Masih Sangat Terbuka Lebar
-
Real Madrid Berpotensi Dikudeta Barcelona, Alvaro Arbeloa Salahkan Wasit
-
Real Madrid Tumbang di Markas Osasuna, Ini Dalih Alvaro Arbeloa
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lille Menang, Calvin Verdonk Justru Bongkar Masalah Timnya
-
Main di Posisi Baru, Dion Markx Tetap Percaya Diri Saat Debut Bersama Persib Bandung
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?