Suara.com - Timnas Italia tampil menggila dalam dua matchday Grup A Euro 2020. Dua lawan mereka, Turki dan Swiss, masing-masing dihajar dengan skor telak 3-0.
Italia mengawali petualangan di Euro 2020 dengan menundukan Turki di Stadion Olimpico, Roma, 12 Juni lalu. Lima hari berselang, giliran Swiss yang jadi korbannya.
Gli Azzurri --julukan Timnas Italia-- datang ke ajang sepakbola terakbar negara-negara Eropa dengan semangat membara, guna menebus dosa saat mereka gagal lolos ke Piala Dunia tiga tahun lalu.
Dengan status tim kuda hitam, Italia racikan Roberto Mancini nyatanya mampu tampil impresif di ajang Euro 2020. Performa apik mereka yang tak pernah kalah dalam 27 pertandingan berlanjut di ajang ini.
Cara mereka mencetak kemenangan atas Turki dan Swiss telah meningkatkan harapan di antara para fans Italia bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh lagi dalam kompetisi musim panas ini.
Meski demikian, Roberto Mancini langsung menolak anggapan bahwa Gli Azzurri merupakan calon kuat peraih gelar juara. Dia memindahkan beban berat itu ke tim-tim lain seperti Prancis hingga Belgia.
"Prancis, Portugal dan Belgia semuanya ada di Euro. "Satu adalah juara dunia, satu adalah juara Eropa dan yang lainnya menduduki peringkat nomor satu dunia," kata Mancini usai pertandingan melawan Swiss, dikutip Antara dari Reuters, Kamis (17/6/2021).
"Mereka telah dibangun selama bertahun-tahun dan lebih jauh dari kami dalam pengembangan tim. Tapi apa pun bisa terjadi dalam sepak bola."
Dia menambahkan: "Ada ruang untuk perbaikan. Kami memiliki beberapa pemain muda yang bahkan belum pernah bermain di Piala Eropa untuk level klub, jadi mereka memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang"
Baca Juga: Fakta Kilat Piala Eropa 2020: Italia vs Swiss, Azzuri Incar Tiket ke 16 Besar
Italia memastikan langkah ke babak 16 besar, tetapi mereka akan menghadapi pertandingan terakhir Grup A melawan Wales di Stadio Olimpico, Minggu, dan akan turun ke peringkat kedua apabila mengalami kekalahan.
Pasukan Mancini bakal kehilangan sang kapten Giorgio Chiellini karena mengalami cedera di babak pertama dan dia mendapat pertanyaan apakah para pemain akan diistirahatkan atau dirotasi untuk pertandingan terakhir grup mereka.
"Kami akan melihat bagaimana kondisi para pemain, karena itu adalah pertandingan yang sulit. Ada beberapa pemain yang sangat lelah. Kami akan melihat selama beberapa hari ke depan dan kemudian kami akan memutuskan," demikian Mancini.
Berita Terkait
-
Hasil Bola Tadi Malam Euro 2020: Italia ke 16 Besar, Turki Ambyar
-
Hasil Italia vs Swiss: Locatelli antar Gli Azzurri ke Babak 16 Besar
-
Belanda Hadapi Austria, Matthijs de Ligt Siap Tempur
-
Gol Semata Wayangnya Menangkan Rusia, Aleksey Miranchuk: Yang Terpenting 3 Poin!
-
Euro 2020: Gareth Bale Gagal Penalti, Wales Tetap Gulung Turki 2-0
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia