Suara.com - Rangkaian laga memicu perayaan kemenangan, kontroversi, mengalirnya air mata, hingga kekalahan dalam pemilu.
Kita lihat kilas balik rivalitas panjang Timnas Inggris dengan Timnas Jerman, menjelang laga babak 16 besar Euro 2020 yang akan dihelat di Wembley, London, Selasa (29/6/2021) malam WIB.
1966: Gol kontroversial
Ini merupakan laga paling terkenal dari semua pertandingan antara dua rival bebuyutan ini.
Final Piala Dunia 1966 di Wembley, sangat menegangkan yang ditentukan dengan satu gol paling kontroversial yang pernah ada, saat perpanjangan waktu.
Lebih dari 50 tahun sejak Inggris menang dengan skor 4-2, masih terjadi perdebatan tentang apakah gol ketiga Inggris – oleh Geoff Hurst – benar-benar melewati garis.
1968: Balas Dendam untuk Jerman Barat
Dengan beberapa pemain tersisa dari susunan pemain final Piala Dunia tahun 1966, laga persahabatan alias uji coba di Hannover – dipandang sebagai kesempatan bagi Jerman Barat untuk balas dendam.
Sebuah permainan sengit dan banyak adu fisik dituntaskan pada menit ke-80, saat tendangan bola Franz Beckenbauer menjebol gawang Gordon Banks. Itu adalah kekalahan pertama Inggris di benua Eropa sejak tahun 1963.
Baca Juga: Jerman Tantang Inggris di Wembley, Stefan Effenberg Lontarkan Psywar
1970: Jerman Barat Berjaya di Meksiko
Dua rival abadi ini kembali bertemu di perempatfinal Piala Dunia 1970 di Meksiko. Inggris memimpin dengan skor 2-0, tapi lumpuh tanpa kiper Gordon Banks.
Gol Franz Beckenbauer dan Uwe Seeler menyamakan kedudukan, sebelum Gerd Muller pada perpanjangan waktu menentukan kemenangan 3-2.
Empat hari kemudian, Perdana Menteri Inggris Harold Wilson menyebut kekalahan pemilu Partai Buruh gara-gara kekalahan tersebut.
1972: Jerman Barat Kalahkan Inggris dua kali
Pertandingan perempat final berikutnya di Euro 1972. Laga di putaran sistem gugur dimainkan dua leg, di kandang dan tandang.
Jerman Barat menang dengan skor 3-1 di Wembley berkat gol menit ke-26 dari Uli Hoeness dan gol berikutnya dari Gunter Netzer dan Gerd Muller.
Pada leg kedua di Berlin Barat, Keduanya bermain imbang dengan skor 0-0. Jerman Barat akhirnya memenangkan turnamen itu.
1982: Pukulan Knockout untuk Inggris
Dalam turnamen dengan format dua babak grup terpisah, hasil imbang 0-0 cukup untuk menyingkirkan Inggris dan Jerman Barat lolos ke semifinal Piala Dunia 1982.
Sukses mencapai final setelah kalahkan Prancis lewat adu penalti, tetapi gagal meraih trofi. Jerman Barat kalah 3-1 dari Italia di Estadio Santiago Bernabeu pada final yang paling diingat sebagai perayaan gegap gempita untuk Marco Tardelli.
1990: Penalti, ketegangan dan air mata di Turin
Semifinal pertama Inggris sejak kemenangan mereka pada tahun 1966 dengan kinerja terbaik mereka di Piala Dunia 1990 Italia. Andreas Brehme membuat Jerman unggul sebelum Gary Lineker menyamakan kedudukan.
Sementara itu, Paul Gascoigne menangis setelah dikartu kuning yang berarti dia tidak bisa main di final. Laga ditentukan lewat adu penalti, Chris Waddle dan Stuart Pearce gagal yang membuat Inggris harus pulang kandang.
1996: Mereka akan pulang... ke Jerman
Dalam turnamen kandang pertama mereka sejak tahun 1966, Inggris bertemu rival bebuyutannya di semifinal.
Sebuah permainan yang menghibur dan seimbang, menampilkan pemain handal seperti Matthias Sammer dan kapten Jerman, Andreas Moller yang angkuh.
Pemenang laga kembali ditentukan dengan adu penalti. Kali ini Gareth Southgate jadi pemain Inggris yang gagal mengeksekusi bola ke gawang Andreas Kopke.
2000: Hadiah perpisahan Didi buat Wembley
Inggris punya rencana besar menandai laga pamungkas di stadion tua mereka yang terkenal. Ini pertandingan kualifikasi untuk Piala Dunia tahun 2002, yang berubah jadi perpisahan yang menyedihkan.
Tendangan jarak jauh Dietmar 'Didi' Hamann jadi satu-satunya gol dalam laga membosankan ini. Kekalahan punya konsekuensi besar bagi tuan rumah, pelatih Kevin Keegan mengundurkan diri setelah laga tersebut.
2010: Kontroversi gawang kembali terjadi
Jerman mengalahkan Inggris dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia di Bloemfontein, Afrika Selatan.
Unggul dengan skor 2-1 menjelang jeda, Frank Lampard melepaskan tendangan jarak jauh yang mengenai bagian bawah gawang dan memantul sekitar satu meter melewati garis.
Namun, wasit asal Uruguay Jorge Larrionda tidak mengakui gol itu. Jerman akhirnya menang dengan skor 4-1.
Berita Terkait
-
FIFA Rilis Markas 48 Peserta Piala Dunia 2026: Inggris dan Argentina Pilih Kansas, Iran di Tijuana
-
Kontroversi Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Opta Bongkar Alasan Logis Keputusan Thomas Tuchel
-
Memahami Kenapa Tuchel Jadi 'Anti-Southgate' Soal Pemilihan Skuad Inggris di Piala Dunia 2026
-
11 Pemain Premier League Tidak Masuk Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Wonderkid Piala Dunia 2026: Warren Zaire-Emery Siap Emban Peran Vital di Timnas Prancis
-
Link Live Streaming Crystal Palace vs Rayo Vallecano: Siapa Bakal Cetak Sejarah?
-
Masuk Akal? Ini 5 Pemain yang Berpotensi Jadi Bintang Baru Piala Dunia 2026
-
Pantang Dilupakan! Ini 9 Final Piala Dunia Paling Dramatis Sepanjang Masa
-
Ricuh! Suporter Crystal Palace dan Vallecano Baku Hantam Jelang Final Conference League
-
10 Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia: Dari Pel hingga Lionel Messi
-
Banyak Rekan di Liverpool, Kapten Timnas Jepang Tak Sabar Ladeni Belanda
-
Federico Valverde Buka Suara soal Ribut dengan Tchouameni: Saya Masih Belajar jadi Kapten
-
Tantangan Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Meksiko Ingin Pecah Kutukan, AS dan Kanada Bidik Sejarah
-
Ambisi Samurai Biru di Piala Dunia 2026: Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar