Sayang, Italia tak bisa menuntaskan perjalanan ini dengan trofi Eropa karena Portugal yang menjadi juaranya, setelah menaklukkan tuan rumah Prancis.
Kemenangan itu juga tidak mendorong Italia bangkit. Dan Spanyol pula yang membuat Italia menderita ketika menyingkirkan mereka dari kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan kemenangan 3-0.
Untuk pertama kali sejak 1958, Italia pun absen dalam putaran final Piala Dunia. Krisis identitas pun hebat menerjang Azzurri, sampai kemudian mereka menunjuk Roberto Mancini.
Nah, Mancini berhasil membuat negaranya mencintai kembali timnasnya, dengan menciptakan sebuah tim yang begitu tinggi kebersamaannya dan memainkan sepakbola menyerang sekaligus solid, sampai 32 kali tak terkalahkan hingga sekarang.
Ini membuat rakyat Italia merasa trofi Euro 2020, dan mungkin Piala Dunia 2022, sudah dalam jangkauan mereka kembali.
Rasa kebersamaan Azzurri bisa dilihat di lapangan manakala mereka bertahan bagaikan para gladiator yang bertaruh nyawa, saat menang 2-1 atas Belgia dalam laga perempatfinal Euro 2020.
Tetapi, aksi heroik mereka membuat salah satu andalan mereka, yakni bek sayap AS Roma, Leonardo Spinazzola cedera otot achilles-nya sehingga tak bisa menuntaskan turnamen ini.
Meski demikian, berbekal catatannya sendiri, Spanyol menolak silau kepada Italia.
Seri melawan Swedia dan Polandia sebelum bersinar ketika menang 5-0 atas Slovakia di laga pamungkas fase grup. serta menang 5-3 atas Kroasia di babak 16 besar Euro 2020, Spanyol dipaksa Swiss melalui adu penalti guna menentukan pemenang perempatfinal di antara mereka.
Baca Juga: Luis Enrique: Italia vs Spanyol Bakal Diwarnai Pertarungan Penguasaan Bola
"Sejak hari pertama kami sudah yakin kami adalah tim yang solid dan bersatu. Dan bahwa kami sudah cukup bagus, kami sudah membuktikan itu," ucap attacker Spanyol yang bermain untuk Real Sociedad, Mikel Oyarzabal seperti dikutip laman resmi Euro 2020.
"Italia adalah tim level atas yang diperkuat pemain-pemain yang terus tampil dalam level tertinggi bersama klub-klub mereka, tapi kami kurang lebih sama dengan mereka," tukasnya.
Skenario Pertandingan
Italia terpaksa menjalani semifinal tanpa andalannya, Leonardo Spinazzola, yang digadang-gadang menjadi pemain terbaik turnamen sampai ia mengalami cedera.
Cedera achilles di laga kontra Belgia membuat bek kiri berusia 28 tahun itu harus absen selama enam bulan ke depan.
Italia sendiri seperti biasa akan memasang formasi 4-3-3 di depan kiper Gianluigi Donnarumma. Duo bek tengah, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini tetap menempati jantung pertahanan.
Giovanni Di Lorenzo pun masih tetap memerankan bek kanan, sedangkan tempat Spinazzola akan diisi Emerson Palmieri.
Trifekta lapangan tengah yang menawan saat menghadapi Belgia juga dipertahankan.
Jorginho akan tetap menyangga pertahanan dan sekaligus mendikte tempo permainan, sedangkan Nicolo Barella serta Marco Verratti lebih ofensif dan merusak gerak maju lawan. Barella juga menjadi tenaga kreatif di tengah lapangan.
Lorenzo Insigne yang tampil mempesona pada perempatfinal akan mengisi sayap kiri serangan Azzurri, sebaliknya Federico Chiesa berada di sayap kanan. Sedangkan untuk penyerang tengah, Italia kembali memasang Ciro Immobile.
Dari pihak Spanyol, winger Pablo Sarabia mungkin tak menjadi pilihan karena cedera saat melawan Swiss. La Furia Roja juga kembali memasang formasi 4-3-3 dengan Unai Simon masih menjaga gawang.
Aymeric Laporte akan berduet dengan Pau Torres di jantung pertahanan, yang sebagaimana biasa diapit bek kanan Cesar Azpilicueta dan bek kiri Jordi Alba.
Poros permainan tetap disetir kapten Sergio Busquets, yang juga tetap didampingi Koke dan Pedri yang lebih bertugas menekan pertahanan lawan dengan membantu serangan.
Untuk trisula serangan, Ferran Torres mengisi posisi sayap kanan, sedangkan sayap sebaliknya ditempati Dani Olmo yang kemungkinan masuk menggantikan Sarabia.
Alvaro Morata kemungkinan tetap memerankan nomor 9 yang akan meneror dua rekannya di Juventus, Bonucci dan Chiellini.
Statistik Penting Kedua Tim
Ini semifinal Euro kelima bagi Spanyol setelah Euro 1964 ketika mengalahkan Hungaria, Euro 1984 manakala kalah adu penalti dari Denmark, Euro 2008 saat menyingkirkan Rusia, dan Euro 2012 tatkala menang adu penalti atas Portugal untuk bertemu Italia di final. Hanya 1984 yang tak mereka akhiri dengan predikat juara Eropa.
Sementara bagi Italia, ini adalah semifinal Euro keempatnya setelah Euro 1968 saat mereka juara, Euro 2000 saat menang atas Belanda namun kalah di final lawan Prancis, serta Euro 2012 ketika menaklukkan Jerman guna bertemu Spanyol, namun lagi-lagi kalah di final.
Italia sudah 36 kali bertemu Spanyol dalam sejarah. Italia menang 11 kali, Spanyol menang 12 kali, dan 13 laga sisanya berakhir seri. Dari ke-36 pertemuan lintas ajang ini, Italia mencetak 43 gol, sedangkan Spanyol menciptakan 40 gol.
Pertemuan paling membekas di antara mereka adalah final Euro 2012.
Kedua negara sempat seri 1-1 dalam fase grup edisi ini, namun dalam final, Italia diberondong empat gol ciptaan David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres dan Juan Mata.
Dua pemain Italia, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, turut bermain dalam laga yang berakhir sangat menyakitkan bagi Azzurri ini.
5 Pertemuan Terakhir Italia vs Spanyol:
03-09-2017 Spanyol 3-0 Italia (Kualifikasi Piala Dunia 2018)
07-10-2016 Italia 1-1 Spanyol (Kualifikasi Piala Dunia 2018)
27-06-2016 Italia 2-0 Spanyol (Euro 2016)
25-03-2016 Italia 1-1 Spanyol (Uji Coba / Persahabatan)
06-03-2014 Spanyol 1-0 Italia (Uji Coba / Persahabatan)
5 Pertandingan Terakhir:
12-06-21 Turki 0-3 Italia (Euro 2020)
17-06-21 Italia 3-0 Swiss (Euro 2020)
20-06-21 Italia 1-0 Wales (Euro 2020)
27-06-21 Italia 2-1 Austria (Euro 2020)
03-07-21 Belgia 1-2 Italia (Euro 2020)
15-06-21 Spanyol 0-0 Swedia (Euro 2020)
20-06-21 Spanyol 1-1 Polandia (Euro 2020)
23-06-21 Slovakia 0-5 Spanyol (Euro 2020)
28-06-21 Kroasia 3-5 Spanyol (Euro 2020)
02-07-21 Swiss 1-1 Spanyol (Euro 2020)
Prakiraan Susunan Pemain:
Italia XI: Donnarumma; Di Lorenzo, Bonucci, Chiellini, Emerson; Barella, Jorginho, Verratti; Chiesa, Immobile, Insigne.
Pelatih: Roberto Mancini (Italia)
Spanyol XI: Simon; Azpilicueta, Laporte, Torres, Alba; Koke, Busquets, Pedri; Torres, Morata, Olmo.
Pelatih: Luis Enrique (Spanyol)
Tag
Berita Terkait
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Lewati Messi, Lamine Yamal Cetak Rekor Menakjubkan di Piala Dunia 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia