Suara.com - PSSI menyayangkan pelatih tim nasional Shin Tae-yong tersangkut kasus COVID-19 di kampung halamannya, Korea Selatan, yang membuat kepulangannya ke Indonesia tertunda.
Dikutip Antara dari laman PSSI di Jakarta, Jumat (6/8/2021), Shin masuk dalam pengawasan pemerintah Korea Selatan lantaran salah satu temannya positif COVID-19. Sebelumnya, Shin sempat berkumpul bersama rekannya tersebut.
"Tentu PSSI sangat menyayangkan hal ini karena Shin Tae-yong sudah ditunggu banyak tugas seperti persiapan timnas senior, U-23 dan U-19. Kami juga berharap tidak ada masalah terkait kesehatan dan kondisi Shin Tae-yong," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.
Menurut Yunus, atas peristiwa tersebut, Shin Tae-yong sudah meminta maaf kepada PSSI.
Pria asal Gorontalo tersebut mengatakan, Shin mengaku awalnya dia makan bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya di suatu tempat.
Namun, beberapa hari kemudian, salah seorang rekannya yang hadir positif COVID-19. Oleh karena itu, sesuai dengan regulasi pemerintah Korea Selatan, Shin masuk dalam pelacakan dan harus menjalani karantina.
Padahal, Shin awalnya dijadwalkan berangkat ke Indonesia pada 9 Agustus 2021. Dengan adanya kejadian tersebut, juru taktik tim nasional Korea Selatan itu rencananya datang ke Jakarta pada minggu ketiga Agustus 2021.
Nantinya, begitu sampai di Indonesia, Shin harus menjalani karantina selama delapan hari.
Terdekat, timnas Indonesia akan berlaga di babak 'play-off' Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan pada 7 September dan 12 Oktober 2021.
Baca Juga: Josip Ilicic Dapat Lampu Hijau untuk Merapat ke AC Milan
Berita Terkait
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Diproduksi di Indonesia
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Dari Pekerja Migran Indonesia ke Pengusaha, BRI Dampingi Rosyidah Raih Sukses Bersama C'milzea
-
Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam