Suara.com - Sebelum John Terry dikenal luas sebagai kapten Chelsea, ada Marcel Desailly. Pendahulu John Terry dalam daftar pemegang ban kapten Chelsea dijuluki ‘The Rock’ lantaran ketangguhannya di sektor lini pertahanan.
Meskipun tak banyak mempersembahkan gelar juara selama berkarier di Chelsea, tetapi pemain asal Prancis ini adalah sosok yang penting.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, Desailly sudah lebih dahulu memiliki karier yang gemilang. Ia juga pernah meraih gelar Liga Champions berturut-turut.
Desailly meraih gelar Liga Champions pertama saat masih memperkuat Marseille, tepatnya pada musim 1992-1993.
Satu musim berselang, dia memutuskan untuk hijrah ke Liga Italia bersama AC Milan yang saat itu masih diasuh Fabio Capello.
Pada musim pertamanya, setidaknya ada dua gelar yang sukses diraih, yakni gelar Liga Champions dan Serie A pada musim 1993-1994.
Dia juga menjadi sosok yang fenomenal ketika Rossoneri, julukan AC Milan, menghempaskan perlawanan Barcelona pada final Liga Champions yang berlangsung di Athena tahun 1994.
Saat itu, ia bertugas di sektor lini tengah dan mencetak gol keempat AC Milan dan membuat timnya menang 4-0 atas Barcelona.
Kemudian, masih ada satu gelar lagi, yakni Seria musim 1994-1995 yang dipersembahkan Desailly saat bermain bersama AC Milan.
Baca Juga: Rene Higuita, Kiper Nyentrik Pemilik Tendangan Kalajengking Berjuluk Si Gila
Selain itu, ia juga berhasil berjaya mengantarkan timnas Prancis meraih gelar juara Piala Dunia 1998.
Pada tahun yang sama pula, ia memutuskan untuk menerima tawaran Chelsea yang berminat merekrutnya ke Liga Inggris.
Sebelum Didier Drogba, Fernando Torres, Kai Haverts, atau Romelu Lukaku, Desailly menjadi megatransfer pertama yang dilakukan Chelsea pada era Roman Abramovich.
Sayangnya, ketika Desailly bermain pertama kali untuk Chelsea di Liga Inggris, debutnya tak berlangsung sempurna. Sebab, The Blues justru dihantam Conventry dengan skor 2-1.
Akibat kekalahan itu, mental Desailly sempat anjlok. Persaingan ketat yang tersaji di Liga Inggris menjadi tantangan berat baginya.
“Saya menderita. Ego saya hancur. Sejujurnya, saya benar-benar menderita. Bermain melawan pemain-pemain yang memiliki semangat juang tinggi sangat sulit,” kata Desailly kepada The Guardian pada tahun 2016.
Berita Terkait
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
-
Clarence Seedorf Sebut Arsenal 'Tim Juara' usai Tembus Final Liga Champions
-
Jeremy Doku Tegaskan Manchester City Belum Menyerah Kejar Gelar
-
Ditahan Imbang Everton, Pep Guardiola Pasrah Soal Perburuan Gelar Juara
-
AC Milan hingga Juventus Berebut Tanda-tangan Bek Manchester City, Siapa yang Dapat?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta