Suara.com - Bek Manchester City, Benjamin Mendy, harus menghadapi kenyataan pelik. Ia dipastikan mendekam di penjara hingga akhir tahun 2021 sembari menunggu persidangannya atas tuduhan kasus pemerkosaan.
Benjamin Mendy tercatat didakwa atas empat kasus pemerkosaan yang terjadi pada Oktober 2020 hingga Agustus 2021. Selain itu ada satu tuduhan juga soal kekerasan seksual yang ditujukan ke pemain berpaspor Prancis ini.
Dalam persidangan Jumat (27/82021), pengacara Benjamin Mendy meminta hakim untuk memberikan hukuman bebas bersyarat kepada kliennya yang telah ditahan dua hari. Bahkan ada tawaran uang jaminan 50 ribu poundsterling (sekitar Rp 985 juta) agar Mendy tak ditahan.
Namun, hakim Jack McGarva menolak permintaan pengacara Mendy untuk memberikan kliennya bebas bersyarat dengan uang jaminan tersebut.
Disadur dari laporan The Sun pada Sabtu (11/9/2021), dalam sidang pertama pada 10 September kemarin, Mendy duduk tanpa ekspresi di pengadilan saat diberitahu bahwa sidang selanjutnya bakal digelar pada bulan Januari 2022.
Mendy muncul di sidang kemarin untuk mengkonfirmasi nama, alamat, dan beberapa tanggal kepada panitera sidang dalam waktu sekitar 45 menit.
Awalnya, pengadilan menetapkan tanggal sidang resmi pada 15 November. Akan tetapi, pihak kuasa Mendy (Eleanor Laws) meminta pembatalan di tanggal itu. Sehingga Pengadilan Chester menetapkan tanggal sidah pada 24 Januari 2022.
Hal ini membuat Mendy harus mendekam di penjara. Mendy sendiri tak akan bisa memperkuat Manchester City karena kasus yang menyeret namanya.
Pemian berusia 27 tahun ini sudah diskors Manchester City sampai permasalahannya selesai. Sejauh ini, Mendy baru tampil sekali di Liga Inggris musim 2021/2022 di mana Manchester City mengalami kekalahan dari Tottenham Hotspur.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Jelang Laga Leicester vs Manchester City
Berita Terkait
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Klasemen Terbaru Liga Inggris Usai Manchester City Gebuk Newcastle: The Citizens Pepet Arsenal
-
Pelaku Percobaan Pemerkosaan Lansia di Gunungkidul Ternyata Pelajar, Kini Dititipkan ke LPKA
-
Prediksi Manchester City vs Newcastle United, The Citizens Bidik Pangkas Poin dengan Arsenal
-
Jamie Carragher Bahagia Arsenal Terpeleset tapi Tak Mau Man City Juara Premier League
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?
-
Real Madrid Tumbang di Markas Osasuna, Ini Dalih Alvaro Arbeloa
-
Nganggur Milih-milih Pekerjaan, Xabi Alonso Tolak Latih Klub Problematik
-
Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga
-
Babak Baru Kasus Rasisme Vinicius Jr: Kubu Gianluca Prestianni Melawan Balik
-
Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk