Saat itu, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, menyebut bahwa sejumlah keputusan yang diambil Bachrul sangat merugikan Laskar Wong Kito.
“Saya sangat miris melihat kepemimpinan wasit dan tentu hal ini harus diungkap. Pelanggaran yang dilakukan kiper Bali United terhadap Hilton seharusnya mendapat kartu merah,” kata Widodo.
“Ada dua hal yang menjadi keberatan kami, yakni insiden penalti yang diberikan wasit pada menit akhir babak pertama. Pemain Sriwijaya tak menyentuh bola dan tangannya bukan dalam posisi aktif,” ia melanjutkan..
Masih pada ajang yang sama, kepemimpinan Bachrul Ulum juga pernah menjadi sorotan pada laga Mitra Kukar melawan Borneo FC.
Saat itu, Mitra Kukar menang dengan skor 3-2. Hasil pertandingan tersebut sempat diwarnai aksi tak terpuji dari Presiden Borneo FC, Nabil Husein.
Nabil diduga menyerang wasit Bahrul Ulum. Tindakan itu disinyalir karena Nabil merasa kesal dengan kepemimpinan wasit.
Bahkan, pada laga yang sama, pelatih Borneo FC, Dragan Djukanovic, juga mengonfirmasi sejumlah keputusan kontroversial yang diambil oleh Bachrul.
“Ini sangat sulit untuk dipercaya, musuh kami bukan Mitra Kukar saja malam tadi. Tetapi wasit juga punya andil besar bagi kemenangan tuan rumah,” kata Dragan selepas laga
“Real Madrid pun jika bermain di sini (Stadion Aji Umbut) tidak akan bisa meraih kemenangan,” Dragan melanjutkan.
Baca Juga: Bidik Poin Penuh, Robert Pastikan Persib Siap Hadapi PSS Sleman
Kontroversi lainnya yang dilakukan Bachrul pada TSC 2016 ialah pada laga antara Persipura Jayapura melawan Perseru Serui.
Saat itu, Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, yang datang untuk menyaksikan langsung laga tersebut justru dibuat kecewa.
Benhur menilai, sejumlah keputusan kontroversial yang diambil oleh Bachrul Ulum justru merusak permainan di lapangan.
“Saya menonton langsung pertandingan itu dan sangat disayangkan pertandingan yang berjalan bagus dan menarik justru terganggu dengan keputusan wasit yang banyak kurang tepat. Inikah wajah sepak bola Indonesia?” kata Benhur.
[Penulis: Muh Adif Setiawan]
Berita Terkait
-
Vincent Kompany Sebut Wasit Berpihak ke PSG: Seharusnya Ada Penalti dan Kartu Merah
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Gagal Promosi, Teco Ajak Manajemen Evaluasi Barito Putera
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati