Suara.com - Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Italia justru mendapat kecaman dari manajer Atalanta, Gian Piero Gasperini dengan mengeluarkan candaan kata kasar.
Bersama Manchester United, Cristiano Ronaldo dibawa kembali ke Italia dalam lanjutan fase grup Liga Champions 2021-2022.
Bertandang ke markas Atalanta di Bergamo, Cristiano Ronaldo tampil gemilang terlepas dari hasil yang diraih Setan Merah.
Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan Man United lewat dua gol guna menyamakan kedudukan 2-2 setelah sempat tertinggal dari Atalanta.
Usai pertandingan, Ronaldo dan Gasperini terlibat dalam perbincangan kecil, dari situlah pelatih Atalanta melontarkan candaannya.
Bukannya ditraktir makan Pizza karena berkunjung ke Italia, Ronaldo malah diminta Gasperini pergi, tak tanggung-tanggung ke neraka.
"Usai pertandingan saya berbincang dengan Ronaldo, dia adalah pemain yang luar biasa, beberapa pemain bahkan menyebutnya sebagai masalah," ucap Gasperini kepada Sky Italia.
"Itu masalah yang bagus untuk dimiliki. Dia jarang meleset dari target; separuh waktu dia mencetak gol, separuh waktu itu diselamatkan."
"Pada akhirnya saya berkata kepadanya, 'Anda tahu apa yang kami katakan di Italia, pergilah ke neraka'," imbuhnya.
Baca Juga: Belum Menang Juga, Level Liga Champions Masih Terlalu Tinggi untuk AC Milan
Gasperini juga tak mampu memendam rasa kagumnya terhadap seorang Cristiano Ronaldo, dalam kesempatan apa pun pria Portugal bisa mencetak gol.
Salah satunya gol setengah voli yang dilesakkan Ronaldo ke gawang Tottenham Hotspur pada pekan ke-10 Premier League.
"Cristiano luar biasa. Dia mengawasi bola dan tekniknya pada tendangan voli itu luar biasa," ujar Gasperini.
Sebelumnya dalam leg pertama melawan Atalanta di Old Trafford, Ronaldo juga mencetak gol kemenangan Man United usai tertinggal 0-2 dan membalikkan kedudukan 3-2.
Performa luar biasa Ronaldo bakal kembali dibutuhkan Setan Merah dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-11 melawan rival sekota, Manchester City.
Duel penuh gengsi bertajuk derbi Manchester digelar di Stadion Old Trafford pada Sabtu (6/11/2021).
Kontributor: Eko Isdiyanto.
Tag
Berita Terkait
-
Klasemen Liga Champions Terkini: Liverpool dan Ajax ke 16 Besar, Milan Kian Terbenam
-
Berikut Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions, Terbaru Liverpool dan Ajax
-
5 Fakta Menarik Usai Liverpool Bungkam Atletico Madrid di Anfield
-
Jika Tanpa Cristiano Ronaldo, Bagaimana Nasib MU di Liga Champions Eropa?
-
Dortmund vs Ajax: Main Jelek tapi Menang, Ten Hag Ambil Pelajaran
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji