Suara.com - Nasib sial beruntun dialami bek Manchester City, Benjamin Mendy usai tersandung kasus pemerkosaan. Tambahan dua kasus membuatnya terjerat enam tindak pidana rudapaksa.
Tak cukup dengan empat tuduhan wanita yang menyasar dirinya, kasus pemerkosaan Mendy bertambah dua dan membuatnya diduga melakukan enam tindak kriminal pemerkosaan.
Sebelumnya, Benjamin Mendy disebut melakukan pemerkosaan terhadap empat wanita yang semuanya berusia 16 tahun, medio Oktober 2020 hingga Agustus 2021.
Dilansir dari The Sun, terdapat dua tuduhan tambahan terhadap Mendy dan total terdapat enam tuduhan pemerkosaan dengan satu kekerasan seksual.
Meski akan diadili di Magistrat Stocport, Inggris pada 24 Januari 2022 mendatang, hingga kini Mendy belum melakukan pembelaan atas tuduhan yang dialamatkan padanya.
Kini Mendy ditahan di salah satu penjara Kota Liverpool, HMP Altercourse dan ditempatkan pada VP Wing sebagai tempat untuk tahanan rentan.
Hal itu sempat mengecewakan Mendy karena ia mengira bakal ditempatkan di penjara khusus selebritas, menurut laporan ia salah mendengar VP Wing menjadi VIP Wing.
Mengerikannya lagi, Mendy berada dalam satu sel dengan anggota geng dan mafia dan sering terjadi keributan.
"Penjara tempat Mendy ditahan, penuh dengan geng-geng yang bertikai," tulis laporan The Sun.
Baca Juga: Parah! Gegara Mabuk Berat, Pemuda Tulungagung Perkosa Emak-emak Sampai Pingsan
"Telah menghabiskan banyak waktu di luar sel mereka yang terbatas pada tahun lalu untuk saling menyerang.''
"Rekan-rekan narapidana Mendy juga saling serang dengan senjata seadanya, termasuk silet yang disembunyikan di dalam sikat gigi," lanjut isi laporan The Sun.
Menurut laporan yang sama, sepanjang Juli 2020 hingga Juni 2021 sudah terjadi lebih dari 330 penyerangan di dalam penjara yang ditempati Mendy.
Bahkan dilaporkan terdapat penggunaan senjata dalam 35 insiden, sementara 53 serangan berujung penuntutan yang harus dilakukan polisi.
Bisa dikatakan jika penyerangan muncul setiap harinya di dalam penjara tersebut, entah bagaimana nasib Mendy dengan statusnya sebagai pelaku pemerkosaan.
(Kontributor: Eko Isdiyanto)
Berita Terkait
-
Demi Korban 98, Koalisi Sipil Banding Lawan Fadli Zon Usai Gugatan Ditolak PTUN
-
Tak Cuma PSG, Klub Liga Inggris Ikut Kejar Pemain Keturunan Indonesia
-
Bangkit atau Tertinggal, Chelsea Dituntut Menang Saat Hadapi Brighton
-
Rodri Dipastikan Absen saat Melawan Burnley
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Justin Hubner Pergi, Wolverhampton Wanderers Tersingkir dari Kasta Teratas Liga Inggris
-
Tidak Hanya dari Eropa, Timnas Indonesia Pernah Punya Pemain Naturalisasi dari Tanah Afrika
-
Gaji Skuad Sassuolo Dibongkar Media Italia, Jay Idzes Tembus Puluhan Miliar Rupiah
-
Ingatkan Regulasi PSSI, Persib Bandung Larang Aremania Hadir di GBLA
-
Eks Barcelona Rafael Marquez akan Latih Meksiko usai Piala Dunia 2026
-
Tak Biasa, Jude Bellingham Beli Saham Klub Kriket
-
Hasil Super League: Maxwell Gagal Penalti, Persija Jakarta Ditahan PSIM 1-1
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Hasil PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta di Babak I: Gol Cepat Vidal Dibalas Allano
-
Waspadai Ze Valente Cs, Pelatih Persija Fokus Taktik Kolektif Lawan PSIM