Bola / bola-dunia
Arief Apriadi
Diego Maradona kala memperkuat Napoli pada 1988 silam. [BON ISHIKAWA / AFP]

Suara.com - Serial TV berjudul Maradona: Blessed Dream telah tayang di Amazone Prime sejak akhir Oktober lalu. Serial dengan 10 episode itu  mengadaptasi kehidupan nyata legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona.

Kehidupan di luar lapangan Diego Maradona yang penuh kontroversi memang menarik untuk diikuti, meskipun hanya sekedar melepas dahaga rasa ingin tahu.

Serial film Maradona: Blessed Dream dibuat dengan mengadaptasi kisah nyata sang legenda dengan beberapa elemen yang diciptakan untuk dramatisasi.

Alih-alih hanya menunjukkan maestro sepak bola Argentina sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia, serial ini coba memberikan perspektif lain soal legenda Napoli itu kepada penonton.

Baca Juga: Hajar Napoli, Inter Milan Lebih Tenang Tatap Liga Champions

Maradona: Blessed Dream lebih banyak mengisahkan soal kehidupan Diego Maradona di luar lapangan, dan segala kontroversi yang membuat lelaki yang meninggal pada November 2020 itu sangat dikenal masyarakat dunia.

Juan Palomino sebagai pemeran Maradona, turut menghadirkan beberapa adegan cabul karena memang serial ini menggali kisah menarik sang legenda.

Termasuk pernikahannya dengan Claudia Vilafane, dalam hal ini diperlihatkan pula adegan seks dengan penuh momen emosional.

Ada juga kisah saat Maradona terjerat narkoba. Di usianya yang ke-40, sang legenda ternyatapernah pingsan karena overdosis pada konsumsi obat-obatan di tahun 2000.

Sisi dermawan Maradona juga diperlihatkan, episode pertama diakhiri saat di usia 15 tahun ia membawa keluarga ke kediaman baru setelah menjadi pemain termuda timnas Argentina.

Baca Juga: Klasemen Liga Italia Usai Inter Milan Kalahkan Napoli

Serial ini awalnya hanya ditayangkan di saluran Argentina Canal 9, dan sejauh ini menuai sukses besar setelah difilmkan selama 154 hari di 100 lokasi di lima negara.

Dan setelah masuk ke Amazon Prime, serial film ini sudah dapat disaksikan masyarakat di 240 negara berbeda di seluruh dunia, demikian dilansir dari The Sun.

Kontributor: Eko Isdiyanto.

Komentar

terkini