Suara.com - Pelatih Thailand, Alexandre Polking menyebut sosok penting di balik tampil bagusnya The War Elephants di Piala AFF 2020. Dia adalah Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang, sosok wanita cantik yang kini menduduki jabatan manajer tim.
Hal tersebut dikatakan Alexandre Polking usai Thailand membantai timnas Indonesia empat gol tanpa balas dalam leg pertama final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (29/12/20201) malam WIB.
Menurut Alexandre Polking, Madam Pang sangat berjasa untuk sepakbola Thailand. Selain itu, Madam Pang juga memiliki kedekatan dengan semua pemain.
"Madam Pang adalah wanita yang tangguh. Ia sangat baik dan memiliki hubungan dekat dengan pemain. Dia memiliki ikatan emosional yang bagus dengan tim ini," kata Polking dalam konferensi pers usai laga melawan Indonesia.
"Dia juga yang menantang kami melewati bagian ini. Hubungannya dengan klub Thailand dan klub luar negeri yang membuat Timnas Thailand bisa seperti sekarang."
"Pujian sebanyak-banyaknya adalah untuk pemain. Bagi pelatih, melatih pemain dengan kualitas yang mereka miliki sangat mudah," tambahnya.
Hal serupa juga dikatakan salah satu super star Thailand Supachok Sarachat. Menurutnya, sosok Madang Pang luar biasa baik di dalam maupun luar lapangan.
"Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Madam Pang. Sebagai manajer tim, Madam Pang selalu menyemangati tim dan membantu pemain dalam segala hal agar meraih suasana yang terbaik," ujar Supachok.
"Bantuannya juga membuat tim memiliki kepercayaan diri yang baik. Itulah alasan kami bisa bermain baik hari ini," lanjutnya.
Baca Juga: 4 Potret Kemiripan Taqy Malik dan Pemain Thailand, Chanathip Songkrasin
Kemenangan 4-0 atas Timnas Indonesia di leg pertama membuat Thailand berpeluang besar menjadi juara Piala AFF 2020. Andai kalah tiga gol di leg kedua pun, Thailand masih dipastikan pulang membawa Piala.
Adapun pertandingan leg kedua bakal kembali dimainkan di Stadion Nasional, Singapura pada 1 Januari 2022. Jika juara, ini merupakan keenam kalinya Thailand menggondol trofi.
Berita Terkait
-
Cari Pelatih Baru, Singapura Disarakan untuk Contoh Timnas Indonesia
-
Viral Persatuan Dukun Gelar Ritual agar Indonesia Menang Piala AFF, Warganet: Ngakak
-
Usai Nobar Indonesia vs Thailand, Gubernur Khofifah: Meski Berat, Masih Ada Final Kedua
-
Ramalan Indonesia Menang Piala AFF 2020 Meleset, Ini 5 Fakta Menarik Burung Lovebird Bony
-
Menpora Realistis Soal Kans Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
Terkini
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?