Bola / Bola Indonesia
Senin, 06 Juni 2022 | 18:14 WIB
Organizing Committee Piala Presiden 2022, Sudjarno saat ditemui di Jakarta (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Suara.com - Turnamen Piala Presiden 2022 akan bergulir pada 11 Juni hingga 17 Juli mendatang. Sama seperti sebelumnya, edisi kali ini menawarkan hadiah uang.

Namun, untuk Piala Presiden 2022 hitungan awal mengalami penurunan. Tapi masih ada peluang hadiah bakal dinaikkan setelah adanya kepastian sponsor.

Disebutkan kampiun Piala Presiden 2022 akan mendapat hadiah Rp2 miliar, peringkat 2 senilai Rp1 miliar. Adapun tim yang kalah di semifinalnmeraih Rp500 juta.

(Dari kiri ke kanan): Petinggi Persis Solo Kaesang Pangarep, CEO Borneo FC Nabil Husain, Bos Persib Bandung Teddy Tjahjono, dan Bos Arema FC Gilang Widya Permana usai launching Piala Presiden 2022. [dok]

Sementara pada edisi 2019, juara mendapat Rp3,3 miliar, runner-up Rp2,2 miliar. Lalu tim yang kalah di semifinal mendapat Rp750 juta.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyebut hadiah untuk juara akan dicarikan agar alami peningkatan.

"Untuk yang juara akan kami cari lagi supaya naik," kata Iriawan saat memberikan kata sambutan bergulirnya Piala Presiden 2022, Senin (6/6/2022).

Lebih lanjut, Organizing Committee Piala Presiden 2022, Sudjarno menerangkan ada sejumlah uang yang diterima 18 klub peserta sebagai match-fee. Di mana tim pemenang akan meraih Rp125 juta, kalah Rp75 juta, dan jika seri dibagi rata.

"Panitia (tuan rumah) dapat subsidi Rp800 juta untuk grup yang isi lima tim. Yang 4 Rp600 juta," ujar Sudjarno.

"Hasil penjualan tiket penonton buat tuan rumah juga," pungkas sosok yang juga Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu.

Baca Juga: Arema FC vs Rans Nusantara FC: Eduardo Almeida Ngaku Buta Kekuatan Lawan

Load More