Suara.com - Kehebohan kelakuan Arthur Irawan belum selesai. Sebelumnya Arthur Irawan ngajak ribut penonton karena diledek fans kini Arthur Irawan diledek di media sosial. Arthur Irawan disebut bakal perkuat PSIS Semarang untuk perluat lini belakang finansial.
Membaca cuitan itu di media sosial, netizen pun tertawa.
Cuitan itu dilempar akun twitter @MafiaWasit yang memang sering membawa isu sepakbola di setiap kicauannya.
Untuk diketahui, PSIS Semarang memang sudah ancang-ancang untuk memperkuat tim di bursa transfer putaran kedua nanti.
"Ada rumor, Arthur di putaran ke dua mau direkrut PSIS Semarang untuk memperkuat lini belakang finansial," cuit akun tersebut.
"Atau PSIS yang direkrut Arthur?," sambungnya.
Cuitan akun tersebut sontak saja mendapat perhatian warganet. Banyak dsri mereka yang menuliskan beragam tanggapan.
"Wkwkwk ojo ya Allah," tutur akun @roby**.
"Biarin aja kalau di sana, biar tau rasanya kalau ada pemain sama bos Arthur," kata akun @Tit12**.
Baca Juga: Arema FC Satset-Beda PSIS Semarang Lemot, Kata Warganet
Arthur Irwan mulai bermain sepak bola di Jakarta sejak berusia 7 tahun. Ia bermain untuk tim sepak bola universitas Jakarta Intercultural School.
Lalu dia bermain di Klub Spanyol RCD Espanyol. Arthur Irawan pun mulai main bola tahun 2011 di Inggris. Klub yang berbasis di Catalonia itu menawarkan uji coba selama dua bulan. Setelah tampil mengesankan di masa percobaan, Espanyol memberinya kontrak empat tahun dan kesempatan untuk berlatih di akademi mudanya.
Lalu pada tanggal 9 November 2011, Arthur Irawan secara resmi menandatangani kontrak dengan RCD Espanyol B, yang bermain di Segunda B, kasta ketiga sepak bola Spanyol.
Dia berjuang untuk mendapatkan waktu bermain dengan delapan penampilan dalam tiga tahun.
Pada Januari 2014, Irawan memutuskan untuk pindah ke liga yang lebih rendah dan menandatangani kontrak dengan Málaga B yang bermain di Divisi Tercera, divisi keempat sepak bola Spanyol, setelah tiga tahun bermain untuk Espanyol B di Segunda B.
Berita Terkait
-
Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit
-
Perkuat Lini Tengah, PSIS Semarang Resmi Datangkan Jack Brown
-
Persik Kediri Resmi Lepas Syahrian Abimanyu, Gabung Tim Kasta Kedua
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata