Suara.com - Thomas Tuchel dipecat dari pelatih Chelsea. Thomas Tuchel dipecat Chelsea karena penampilan buruk The Blues di awal musim. Ini juga menambah daftar nasib buruk Thomas Tuchel sebagai pelatih.
Pemecatan Thomas Tuchel diumumkan langsung oleh Chelsea dalam situs resminya.
Dalam pernyataannya itu, Chelsea tetap berterima kasih atas kontribusi Thomas Tuchel bersama timnya.
Dalam kondisi buruk ini, Chelsea pun menggunakan bahasa diplomasi jika Thomas Tuchel layak mendapatkan tempat istimewa dalam sejarah Chelsea.
Bukan apa-apa, Thomas Tuchel juga tidak buruk selama melatih Chelsea. Hanya saja nasib sial baru menghampirinya.
Selama dipegang Thomas Tuchel, Chelsea bisa jadi juara Liga Champions, Piala Super, dan Piala Dunia Antarklub.
Berikut ini penyataan resmi Chelsea pecat Thomas Tuchel:
"Mewakili seluruh orang yang ada di Chelsea, klub ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Thomas Tuchel dan seluruh staf atas semua usaha dan kerja yang mereka lakukan bersama klub."
"Thomas layak mendapatkan tempat istimewa dalam sejarah Chelsea setelah memenangkan Liga Champions, Piala Super, dan Piala Dunia Antarklub seiring kiprahnya di sini."
Baca Juga: Usai Kalah dari Dinamo Zagreb di Liga Champions, Chelsea Ucapakan Terima Kasih untuk Thomas Tuchel
"Ketika grup kepemilikan baru mencapai 100 hari sejak mengambil alih Klub, dan karena terus bekerja keras untuk membawa klub maju, pemilik baru percaya ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan transisi ini."
"Staf pelatih Chelsea akan bertanggung jawab atas tim untuk pelatihan dan persiapan pertandingan mendatang kami saat Klub bergerak cepat untuk menunjuk pelatih kepala baru."
"Tidak akan ada komentar lebih lanjut sampai penunjukan pelatih kepala baru dibuat."
Thomas Tuchel pria kelahiran 29 Agustus 1973. Bisa jadi Thomas Tuchel ini merupakan pelatih dengan karier sepakbola sebagai pelatih terpanjang. Sebab karir Thomas Tuchel sebagai pemain cukup miskin.
Thomas Tuchel asal Jerman. Lahir di Krumbach, karier bermain Tuchel berakhir pada usia 25 tahun akibat cedera tulang rawan lutut kronis, dan pada tahun 2000, ia memulai karier kepelatihannya, bekerja untuk tim junior di VfB Stuttgart selama lima tahun. Nah ini lah yang menjadikan Thomas Tuchel miskin pengalaman sebagai pemain.
Tag
Berita Terkait
-
Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini
-
Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya
-
Sebut Ghana 'Monster Fisik', Thomas Tuchel Ungkap Penyebab Timnas Inggris Mandul di Boston
-
Bukayo Saka dan Noni Madueke Bikin Tuchel Pusing Jelang Inggris vs Ghana
-
Bukayo Saka Kembali Latihan, Timnas Inggris Siapkan untuk Fase Krusial Piala Dunia?
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Inggris Lolos sebagai Juara Grup, Thomas Tuchel Malah Pusing Gara-gara Krisis Ini
-
4 Tahun Kerja Keras Berbuah Manis, Kisah Timnas Kongo Guncang Piala Dunia 2026
-
Video 5 Gol Free Kick Terbaik Lionel Messi: 71 Gol Lewat Tendangan Bebas
-
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
-
Piala Dunia Itu Kejam! Pesan Mendalam Fabio Cannavaro Usai Timnas Uzbekistan Tersingkir
-
Lawan Tanjung Verde di Babak 32 Besar Lionel Scaloni Peringatkan Lionel Messi Cs
-
dengan Hati yang Hancur, Kekasih Cody Gakpo Bagikan Kabar Duka di Tengah Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Sah Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia, Rekor Legendaris Ini Tumbang
-
Inggris Hadapi Kongo di 32 Besar, Thomas Tuchel Tengil: Semua Orang Menikmatinya
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Tekuk Yogyakarta, Surabaya Rebut Tempat Ketiga