Bola / Bola Indonesia
Senin, 10 Oktober 2022 | 18:09 WIB
Para pemain Timnas Indonesia U-17 menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Timnas Malaysia U-17 di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (9/10/2022) malam. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Kebobolan lima gol dalam tempo 20 menit merupakan catatan yang buruk. Jelas sektor pertahanan Timnas Indonesia U-16 pun menjadi sorotan di laga ini.

Apalagi mayoritas gol dari Malaysia berasal dari serangan balik cepat dan blunder yang dilakukan barisan pertahanan Timnas Indonesia U-16 baik saat menguasai bola atau saat mengantisipasi bola.

3. Mental Pemain

Kalah 0-5 di babak pertama jelas memberikan pukulan telak kepada para pemain muda Timnas Indonesia U-16 yang belum berpengalaman.

Kekalahan telak di babak pertama ini membuat para pemain Timnas Indonesia U-16 kesulitan untuk mengejar defisit gol. Apalagi, gol-gol Malaysia terjadi dalam tempo yang terbilang singkat.

4. Absennya Sang Pemimpin

Tak adanya figur pemimpin di Timnas Indonesia U-16 seiring absennya Muhammad Iqbal Gwijangge membuat skuad Garuda Asia nampak bermain tanpa arah, terutama di sektor belakang.

Sulthan Zaky yang diplot sebagai kapten di laga ini, gagal mengangkat moril rekan setimnya usai kebobolan gol dari Malaysia.

5. Malaysia Bangkit

Baca Juga: Asisten Shin Tae-yong soal Timnas U-16 Kalah dari Malaysia: Kita Harus Beri Apresiasi atas Kerja Keras Pemain dan Staf

Kredit pun layak diberikan kepada pelatih Malaysia, Osmera bin Omaro, yang berhasil membuat Timnas Indonesia U-16 tak berkutik dengan gaya bermain yang mengandalkan Fastbreak.

Osmera bin Omaro bahkan mampu membuat Malaysia bangkit usai menelan hasil buruk di laga kontrak Guam dan mampu berbicara banyak kala melawan tim kuat sekelas Uni Emirat Arab dan Timnas Indonesia U-16.

[Penulis: Felix Indra Jaya]

Load More