Suara.com - Shin Tae-yong membawa 5 striker Timnas Indonesia U-19 yang menjadi andalan untuk dibawa ke pemusatan latihan (TC) jangka panjang di Eropa. Setidaknya, dari total 34 nama yang dipanggil Shin Tae-yong ke TC yang akan berlangsung di Turki dan Spanyol ini, lima pemain di antaranya berposisi sebagai penyerang.
Beberapa nama pemain di antaranya sebetulnya sudah berhasil mencuri perhatian Shin Tae-yong karena selalu menjadi andalan di lini serang timnas Indonesia U-19.
Tentu saja, lima penyerang muda yang akan menjadi juru gedor timnas Indonesia U-19 ini patut dinantikan kiprahnya saat menjalani pemusatan latihan di Turki dan Spanyol.
Beberapa waktu lalu, para pemain tersebut sudah berada di Jakarta untuk menggelar persiapan awal sembari menunggu terbitnya visa.
Selanjutnya, pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19 ini rencananya akan dilanjutkan ke Turki, yakni mulai 10 Oktober hingga 5 November 2022.
Setelah itu, tim asuhan Shin Tae-yong akan bertolak ke Spanyol untuk melanjutkan pemusatan latihan jangka panjang hingga 4 Desember 2022.
Berikut ini lima penyerang andalan yang dibawa Shin Tae-yong untuk mengikuti TC Timnas Indonesia U-19 ke Eropa:
1. Hokky Caraka
Sebetulnya tak berlebihan jika menyebut Hokky Caraka sebagai penyerang yang paling diandalkan oleh Shin Tae-yong di skuad timnas Indonesia U-19.
Baca Juga: Pawang Garuda Itu Bernama Shin Tae-yong
Pasalnya, penyerang asal PSS Sleman ini selalu mendapat kepercayaan tampil dari pelatih asal Korea Selatan itu, baik di Piala AFF U-19 2022 atau Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.
Pada kejuaraan yang disebut terakhir itu, pemain asal Gunung Kidul ini sempat mencetak hattrick ketika Indonesia menggulung Timor Leste dengan skor 4-0.
Selain Hokky Caraka, penyerang muda selanjutnya yang terhitung moncer bersama timnas Indonesia U-19 ialah Rabbani Tasnim.
Pada ajang Piala AFF U-19 2022 lalu, misalnya, Rabbani Tasnim sukses menyumbang total empat gol untuk timnas Indonesia U-19.
Pemain asal Borneo FC ini memang diharapkan menjadi salah satu striker andalan tim nasional di masa depan.
Tag
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?
-
Shin Tae-yong Pusing! Persija Langsung Hadapi Borneo FC dan Persib di Dua Laga Awal Super League
-
Kekalahan dari Persib Jadi Sinyal Keras, Shin Tae-yong Beberkan Masalah Utama Persija
-
Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien