Suara.com - Pertandingan-pertandingan yang tersaji sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia ternyata tak luput dari insiden perkelahian yang melibatkan pemain. Percekcokan bahkan baku hantam juga bisa terjadi di turnamen sepak bola paling elite sejagat ini.
Insiden perkelahian yang mencekam ini tentu saja akan terus diingat dalam sejarah karena terjadi pada gelaran paling bergengsi sekelas Piala Dunia.
Dari catatan sejarah, insiden perkelahian ini tak hanya melibatkan satu atau dua pemain saja. Bahkan, tak jarang wasit harus mengambil tindakan tegas dengan mengusir sejumlah pemain.
Yang menarik, ada satu peristiwa perkelahian yang membuat seorang pemain harus mandi lebih cepat. Sebab, dia bertanggung jawab atas pemain lawan yang mengalami patah tulang akibat bertengkar.
Berikut empat insiden perkelahian yang paling mencekam sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia:
1. Piala Dunia 1962: Chile vs Italia
Pertandingan antara Chile melawan Italia pada gelaran Piala Dunia 1962 juga menjadi salah satu laga yang diwarnai pertikaian antara kedua tim.
Sejak menit awal, kedua tim memang bermain keras. Tensi panas yang melingkupi pertandingan ini turut menghasilkan pelanggaran-pelanggaran keras. Tak jarang kedua tim terlibat gesekan hingga adu jotos.
Puncaknya, salah satu pemain juga harus diseret keluar oleh polisi yang bertugas Laga ini akhirnya dimenangkan oleh Chile dengan skor akhir 2-0.
Baca Juga: Cara Nyentrik Louis van Gaal Pilih Nomor Punggung Skuad Belanda di Piala Dunia 2022, Sesuai Umur
2. Piala Dunia 1854: Brasil vs Hungaria
Duel babak perempat final yang mempertemukan antara Brasil dengan Hungaria pada Piala Dunia 1954 menjadi salah satu insiden yang paling mencekam dalam catatan sejarah.
Sebab, pertandingan ini turut dihiasi dengan insiden perkelahian antarpemain. Peristiwa saling sikut ini juga memaksa wasit mengeluarkan sejumlah kartu merah.
Tak sampai di situ saja, para pemain Brasil dan Hungaria masih terlibat gesekan hingga mereka masuk ke ruang ganti.
3. Piala Dunia 2014: Suarez vs Chiellini
Salah satu peristiwa yang barangkali tak mungkin dilupakan dari gelaran Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil ialah pertikaian yang melibatkan Luis Suarez melawan Giorgio Chiellini.
Berita Terkait
-
Targetkan 8 Besar Asia, Mathew Baker Optimis Bawa Garuda Muda ke Piala Dunia U-17
-
Bek Melbourne City Mathew Baker Pimpin Mentalitas Juara Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2026
-
Thomas Tuchel Optimis Performa Cole Palmer Bangkit Jelang Piala Dunia 2026
-
Persiapan Matang Jelang Piala Dunia 2026, Uzbekistan Tantang Eks Anak Asuh John Herdman
-
60 Juta Rakyatnya Hidup Miskin, Kok Bisa Negara Ini Lolos ke Piala Dunia 2026?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diwarnai Kontroversi, David Beckham Sebut Atletico Madrid Seharusnya Dapat Penalti Lawan Arsenal
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Athletic Club Resmi Tunjuk Edin Terzic sebagai Pelatih Baru
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter