Suara.com - Mateu Lahoz, wasit yang mendapatkan kritikan keras dari duo penggawa Timnas Argentina, Lionel Messi dan Emiliano Martinez harus pulang lebih cepat dari ajang Piala Dunia 2022.
Dari laporan COPE yang dikutip dari Daily Mail, Senin (12/12/2022), saat ini Mateu Lahoz sudah kembali ke negara asalnya, Spanyol. Dengan kata lain, ia sudah tidak akan bertugas pada empat laga tersisa di Piala Dunia 2022.
Sebelumnya, Mateu Lahoz memang mendapat sorotan tajam ketiga bertugas menjadi pengadil pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2022 antara Belanda kontra Argentina.
Lionel Messi pun sampai geram dengan kinerja Mateu Lahoz. Menurutnya, FIFA harus melakukan investigasi terhadap kepemimpinan Lahoz yang ganjil.
"Saya tidak akan berkomentar tentang wasit karena mereka (FIFA) akan memberikan sanksi, namun orang-orang bisa melihat hal yang terjadi,” kata Messi seusai pertandingan.
"Saya rasa FIFA mesti mengatur hal ini, mereka tak bisa menempatkan wasit seperti itu untuk laga yang sangat penting. Wasit tidak boleh gagal dalam menjalankan tugasnya," tukas kapten Argentina itu.
Profil Mateu Lahoz
Sebagai informasi, Mateu Lahoz merupakan wasit yang berasal dari Spanyol dan tercatat lahir di Algimia d’Alfara, Valencia, pada 12 Maret 1977.
Wasit yang kini telah berusia 45 tahun itu memang menghabiskan Sebagian besar kariernya untuk memimpin pertandingan-pertandingan Liga Spanyol.
Baca Juga: Prancis vs Maroko: Kapten Singa Atlas Berpeluang Absen, Pertahanan Gerendel Terancam Dibongkar
Kariernya bermula ketika dipercaya memimpin laga-laga Tercera Division alias kompetisi kasta keempat di Negeri Matador mulai dari 1999 hingga 2002.
Setelah itu, dia naik level ke kompetisi Segunda Division B pada 2002 hingga 2004 sebelum akhirnya merangkak naik ke level Segunda Division pada 2004.
Pada tahun 2008, wasit bernama lengkap Antonio Miguel Mateu Lahoz itu akhirnya mendapat kepercayaan untuk memimpin pertandingan-pertandingan La Liga alias kasta tertinggi di Spanyol.
Meskipun demikian, dia baru mendapat lisensi wasit FIFA pada 2011. Sebetulnya, kepemimpinannya di level internasional sudah cukup mentereng.
Sebab, dia punya pengalaman menjadi pengadil di ajang-ajang besar mulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2014, Kualifikasi Piala Dunia 2018, dan Piala Dunia 2018.
Dengan kata lain, Piala Dunia 2022 menjadi penampilan keduanya di ajang ini. Selain itu, dia juga bertugas untuk memimpin laga-laga elite di ajang Liga Champions.
Berita Terkait
-
Timnas Argentina Didesak Dilarang Main di Piala Dunia, Sang Presiden Murka
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Bocor! Video Ruang Ganti Argentina Sebelum Dihajar Spanyol, Pesan Messi Diabaikan Rekan-rekannya
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan