Suara.com - Komite Pemilihan (KP) telah menerima daftar bakal calon Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2023-2027. Terdapat 5 orang bakal calon ketua umum (ketum), 17 wakil ketua umum (waketum), dan 78 anggota Exco.
Ketua KP Amir Burhanuddin menjelaskan setelah diumumkannya nama-nama bakal calon akan ada proses verifikasi yang dilakukan. Setelah itu, ada proses kelengkapan berkas bagi bakal calon yang dianggap KP belum sesuai.
"Selanjutnya mulai tanggal 19 sampai 21 Januari 2023, para bakal calon dan pengusung dapat melengkapi dokumen kekurangannya langsung ke Komite Pemilihan PSSI," kata Amir di GBK Arena, Jakarta, Senin (17/1/2023) malam.
"Kami mengajak para kandidat dan pengusung untuk memanfaatkan waktu ini untuk melengkapinya agar lolos ke tahap selanjutnya,” ia menambahkan.
Proses selanjutnya adalah pengumuman calon sementara Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Untuk sampai ke tahapan ini ada waktu 10 hari yang dilalui buat bakal calon melengkapi kekurangan dokumen.
Nah, nantinya bagi mereka yang tidak lolos sebagai calon sementara bisa mengajukan banding. Adapun Komite Banding Pemilihan (KBP) menerima laporan pada 1-3 Februari 2023.
"Para bakal calon dan anggota PSSI dapat menyampaikan permohonan dan berkas banding kepada Komite Banding Pemilihan jika tidak lolos dalam pengumuman daftar calon sementara Komite Eksekutif anggota PSSI,” tegasnya.
Tahapan berikutnya pada 6 Februari 2023, Komite Banding Pemilihan akan resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap Komite Eksekutif PSSI. Selanjutnya akan terpilih 1 ketum, 2 waketum, dan 12 anaggota Exco PSSI saat Kongres Luar Biasa pada 16 Februari 2023.
"Setelah DCT (Daftar calon tetap) diumumkan, selanjutnya mereka bersiap untuk mengikuti Kongres Luar Biasa Pemilihan PSSI Tahun 2023,” pungkasnya.
Baca Juga: Persipura Desak Ketum Baru Harus Bersihkan Sindikat di PSSI
Adapun kini ada lima bakal calon ketua umum PSSI. Mereka adalah La Nyalla Mattalitti, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, Erick Thohir dan Fary Djami Francis.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Kembali Dapat Dukungan Jadi Ketum PSSI, Kali Ini dari Bos Barito Putera
-
Kala Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju Bersaing Jadi Ketum - Waketum PSSI
-
Nama Iwan Budianto Muncul di Bursa Calon Waketum PSSI Meski Sudah Tidak Bersedia, Kok Bisa?
-
Masuk List Bakal Calon Waketum PSSI, Menpora Daftar Melalui Stafnya
-
Menpora Resmi Maju, Ini Daftar Lengkap Calon Ketum, Waketum dan Exco PSSI 2023-2027
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati