Suara.com - Di samping para pemain Indonesia yang berhasil berkarier di luar negeri, tak sedikit diantara mereka yang pada akhirnya gagal karena jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) klub luar negeri.
Kesempatan mereka untuk berkarier abroad lenyap lantaran tak mendapat kejelasan dari klub yang dikabarkan tertarik merekrut mereka.
Nasib para pemain ini berbanding terbalik dengan nama-nama seperti Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh yang kini berkarier di luar negeri. Keduanya sama-sama bergabung dengan klub asal Eropa.
Adapun, Marselino bergabung dengan klub kasta kedua Belgia, KMSK Deinze, sedangkan Ronaldo Kwateh bergabung dengan klub Turki, Bodrumspor.
Lalu, siapa saja pemain Indonesia yang jadi korban PHP klub luar negeri? Berikut ulasannya!
1. Ryuji Utomo
Pada 2014 silam, Ryuji Utomo pernah menjalani trial bersama klub asal Jepang, Jubilo Iwata. Meski belum pernah berkarier profesional, penampilan Ryuji di Timnas Indonesia U-19 saat itu mencuri perhatian klub tersebut.
Namun setelah menjalani trial, Ryuji Utomo tak direkrut oleh Jubilo Iwata dan akhirnya pulang ke Indonesia untuk bergabung dengan Mitra Kukar.
Meski begitu, Ryuji Utomo pada akhirnya bisa berkarier di luar negeri dengan membela beberapa klub dari Malaysia, Bahrain, hingga Thailand.
Baca Juga: Bukan Cuaca Dingin, Ini Penyebab Timnas Indonesia U-20 Kalah dari Irak di Piala Asia U-20 2023
2. Osvaldo Haay
Dianggap sebagai salah satu pemain depan berbakat di Indonesia, Osvaldo Haay pernah mendapat kesempatan trail bersama klub Spanyol, CD Numancia.
Namun Osvaldo tak mendapat kontrak dari klub ini setelah menjalani trial selama 10 hari. Osvaldo akhirnya pulang ke Indonesia untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Gavin Kwan tercatat pernah menjalani trial dengan klub kasta atas Jepang, FC Tokyo, pada 2014 silam. Namun setelah satu minggu menjalani trial, Gavin gagal mendapatkan kontrak.
Gavin lalu pulang ke Indonesia di tahun yang sama dan bergabung dengan Persib Bandung selama satu musim sebelum pindah ke Mitra Kukar.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Kalah dari Irak di Piala Asia U-20 2023, Shin Tae-yong Ungkap Penyebabnya
-
Ketua Umum PSSI Erick Thohir Optimis Piala Dunia U-20 2023 akan Jadi Momen Kebangkitan Sepak Bola Indonesia
-
Jangankan Fans, Shin Tae-yong Juga Bingung Timnas Indonesia U-20 Kalah dari 10 Pemain Irak
-
Dilumat Irak, Beda Kualitas Pemain Inti dan Cadangan Timnas Indonesia U-20 Jadi Sorotan
-
Timnas Indonesia U-20 Tak Berkutik Lawan 10 Pemain Irak, Bisa Bangkit saat Hadapi Suriah?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon