Suara.com - Manajer baru Chelsea, Mauricio Pochettino tak ragu menyebut timnya sebagai 'tim terhebat di Inggris' dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir.
Padahal, faktanya Manchester City bisa dibilang mendominasi Premier League dalam waktu sedekade terakhir ini.
Chelsea sendiri juga musim lalu amburadul dengan hanya finis di luar 10 besar klasemen Liga Inggris.
"Dalam 10, 12, dan 15 tahun terakhir, Chelsea adalah tim terhebat di Inggris," tutur Pochettino dalam wawancara perdananya sejak ditunjuk sebagai pelatih baru Chelsea di musim panas ini, seperti dilansir laman resmi klub.
"Saya tahu betul iklim Premier League dan apa arti budaya dalam Chelsea. Saya pikir para penggemar kami akan kembali bersemangat untuk mencoba menang," sambung pelatih asal Argentina yang pernah menukangi Tottenham dan PSG tersebut.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut menuturkan bahwa dirinya sangat terhormat dapat menjadi bagian dari Chelsea dan siap bekerja keras untuk mengembalikan posisi Chelsea ke papan atas Liga Inggris musim depan.
"Bagi saya, merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan saat ini dapat terlibat dengan Chelsea," ujar Pochettino.
"Kami sangat bersemangat dan saya sangat mengenal Chelsea, ini adalah salah satu klub terbesar di dunia. Jadi, tentu saja mudah bagi saya membuat keputusan untuk pindah ke sini," tukasnya.
Baca Juga: Profil Mason Mount, 18 Tahun di Chelsea, Kini Pakai Nomor 7 di Manchester United
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026
-
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk
-
Marc Cucurella ke Real Madrid: Dulu Tak Mau Tinggalkan Chelsea, Sekarang Berubah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T