Suara.com - Penampilan buruk yang diperlihatkan Arema FC pada kompetisi Liga 1 2023/2024 ini memunculkan sejumlah isu. Singo Edan dikabarkan bakal mundur di tengah berjalannya kompetisi. Sebelumnya juga ada 3 klub yang pernah mundur di tengah kompetisi.
Arema FC memang tengah tak baik-baik saja di Liga 1 2023/2024. Dari delapan pertandingan awal, Singo Edan belum bisa meraih kemenangan. Mereka hanya bisa mencatat dua imbang, sedangkan enam laga lainnya berujung kekalahan.
Akibat hasil ini, Arema FC terdampar di dasar klasemen. Mereka hanya bisa meraup dua poin saja. Akun Twitter @MafiaWasit pun melemparkan isu soal mundurnya Singo Edan dari Liga 1 musim ini.
Sebetulnya, fenomena mundurnya klub di tengah berlangsungnya kompetisi bukan hal baru. Sebab, apabila Arema FC benar-benar mengambil langkah ini, mereka akan mengikuti jejak tiga klub pendahulunya.
Berikut tiga klub Indonesia yang tercatat pernah mengundurkan diri di tengah berjalannya kompetisi.
1. PSS Sleman
PSS Sleman menjadi salah satu kontestan yang memilih mengundurkan diri dari kompetisi. Sebab, saat itu klub Elang Jawa mengalami masalah besar setelah bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006.
Kondisi sosial dan infrastruktur yang tak memungkinkan bagi PSS Sleman pun memaksa mereka untuk mengibarkan bendera putih. Mereka memilih mengundurkan diri meski kompetisi baru bergulir beberapa pekan.
Namun, hal ini tak memunculkan sanksi dari PSSI. Elang Jawa tak mendapatkan hukuman turun kasta untuk PSS Sleman.
Baca Juga: Persebaya vs PSM: Jaga Tren Positif Bajul Ijo, Reva Adi Utama Bertekad Tundukkan sang Mantan
2. PSIM Yogyakarta
Tak jauh berbeda dengan PSS Sleman, klub yang berasal dari daerah yang sama, yaitu PSIM Yogyakarta, juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari kompetisi setelah diterjang bencana gempa bumi.
Keputusan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman ini tentu menjadi langkah yang sangat masuk akal. Sebab, mereka tidak mungkin melanjutkan kompetisi di saat para pendukungnya dilanda musibah.
3. Persebaya Surabaya
Pada ajang Liga Indonesia 2005, Persebaya Surabaya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kompetisi. Padahal, saat itu mereka sudah melaju ke babak delapan besar dan bakal berjumpa Persija Jakarta.
Manajemen Persebaya memutuskan untuk walk-out karena alasan keselamatan suporter. Awalnya, Komdis PSSI menghukum Persebaya dengan larangan tampil di liga selama dua tahun berturut-turut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Persija Jakarta Hadirkan Terobosan Baru, Jembatani Sepak Bola dan Literasi Investasi
-
Latihan Digeruduk The Jakmania Jelang Hadapi Persib, Persija Sambut Positif
-
Kapan Pertandingan Perdana John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia?
-
Lamine Yamal Lampaui Haaland dan Mbappe Jadi Pemain Termahal Sejagat
-
Filosofi Permainan Cepat John Herdman Bisa Mengubah Gaya Timnas Indonesia Jadi Lebih Agresif
-
Borneo FC Tumbang dari Persita, Duel Klasik Persib vs Persija Penentu Juara Paruh Musim
-
Manchester City Resmi Rekrut Antoine Semenyo Senilai Rp1,3 Triliun
-
Hasil Persita vs Borneo FC 2-0: Pendekar Cisadane Tak Tertahankan Masuk Persaingan Papan Atas
-
Rekor Unbeaten Akhirnya Runtuh! Sunderland Babak-belur di Markas Brentford