Suara.com - Pelatih Shin Tae-yong mengungkapkan borok orang Indonesia. Masalah sepele ini jadi pemicunya.
Shin Tae-yong terbilang sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Terhitung ia telah berada di Indonesia selama 3 tahun lebih.
Selama 3 tahun tersebut, Shin Tae-yong mengungkapkan boroknya kebiasaan orang Indonesia.
Hal ini diketahui dalam wawancara di Youtube @Kaesang Pangarep by GK Hebat. Dalam wawancara tersebut, pelatih asal Korea Selatan menyenggol masalah kedisiplinan orang Indonesia.
Ia membandingkan kebiasaan orang Indonesia dan Korea Selatan.
"Pertama, janji jam berapa, bertemunya jam berapa," tutur Shin Tae-yong.
"Kebiasaan di Korea Selatan, misalnya jam 10 bertemu. Sepuluh menit kemudian sudah datang dan siap," ucap nakhoda Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.
Kebiasaan ini pun kemudian diterapkan ketika melatih Timnas Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, Shin Tae-yong juga dikabarkan memberikan penalti kepada pemain yang telat bergabung.
Namun Shin Tae-yong tidak menyebutkan langsung siapa pemain yang mendapatkan penalti tersebut.
Baca Juga: TC Timnas Indonesia U-17 di Jerman Selesai, Bima Sakti Ungkap Kekurangan yang Perlu Dibenahi
"Di Timnas Indonesia, ada kebijakan penalti. Jika ada yang telat, harus membayar penalti," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien