Suara.com - Klub Liga Inggris Nottingham Forest resmi menunjuk Nuno Espirito Santo sebagai pelatih barunya. Pelatih asal Portugal ini dikontrak 2,5 tahun setelah tim yang bermarkas di City Ground itu memecat Steve Cooper.
Forest memecat Cooper setelah pelatih asal Inggris itu gagal mengangkat performa tim yang kini tertahan satu tingkat di atas zona degradasi dengan 14 poin dari 17 laga yang telah dijalani.
“Nottingham Forest hari ini mengonfirmasi penunjukan Nuno Espírito Santo sebagai pelatih kepala tim utama. Nuno bergabung dengan klub dengan kontrak dua setengah tahun,” tulis pernyataan resmi klub, Rabu seperti dimuat Antara.
Setelah ditunjuk sebagai pelatih baru, Espirito Santo langsung bertugas memimpin tim saat melawan AFC Bournemouth pada pekan ke-18 Liga Inggris, Sabtu (23/12) pukul 22.00 di City Ground.
“Nuno dan akan memimpin pertandingan pertamanya pada hari Sabtu ketika Forest menghadapi Bournemouth di The City Ground,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Pelatih berusia 49 tahun itu datang ke Forest dengan segudang pengalaman setelah mengelola 461 pertandingan dalam kariernya, termasuk di Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Champions, dan Liga Eropa.
Dari catatannya itu, Espirito Santo memiliki statistik 233 kemenangan, 104 imbang, dan 124 kekalahan dengan presentasi poin per laga yakni 1,74 poin.
Espirito Santo memulai karier kepelatihannya di Rio Ave dengan membimbing tim Portugal itu ke dua final piala dan lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Pelatih asal Portugal itu lalu melatih Valencia pada tahun 2014. Di sana, ia membawa tim Spanyol itu ke Liga Champions setelah finis keempat pada musim 2014/2015. Ia lalu hijrah ke Portugal dimana ia menghabiskan satu tahun bersama Porto.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tak Diunggulkan Lawan Jepang di Piala Asia 2023, Ernando Ari: Main Aja Dulu
Ia kemudian pindah ke Inggris untuk melatih Wolverhampton Wanderers (Wolves) pada 2017. Dalam empat musimnya klub yang bermarkas di Stadion Molineux itu, ia memimpin Wolves ke Liga Inggris setelah memenangkan gelar Championships 2017/2018, sebelum mencapai finis ketujuh berturut-turut dalam dua musim pertama mereka kembali di papan atas. Bersama Wolves, ia juga memimpin timnya ke Eropa sampai perempat final Liga Europa pada 2019/2020.
Karier kepelatihannya kemudian berlanjut menangani Tottenham Hotspur yang hanya dalam waktu singkat selama dua bulan.
Selesai bertugas di Tottenham, ia memilih Arab Saudi sebagai destinasi kepelatihannya selanjutnya. Di sana, ia melatih Al Ittihad yang ia berikan dua gelar, Saudi Arabian Champion dan Saudi Super Cup sebelum kemudian kembali ke Inggris untuk melatih Nottingham Forest.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Viral! Jingkrak-jingkrak dan Tangis Pemain Klub Korut Saat Bertemu Kim Jong-un
-
Mau Jersey Legendaris Pele saat Final Piala Dunia 1958? Cukup Siapkan Uang Segini
-
FIFA Harus Bertindak! Pemain Timnas Putri Palestina Diseret Israel ke Penjara
-
Belanda Takluk dari Aljazair, Alaram Bahaya De Oranje Jelang Piala Dunia 2026
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia
-
Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday