Suara.com - Thom Haye, gelandang Timnas Indonesia, diperkirakan akan melanjutkan karier di klub Liga Italia, Como, setelah mengakhiri masa baktinya bersama SC Heerenveen.
Thom Haye bersama Nathan Tjoe-A-On, keduanya pemain naturalisasi Indonesia, telah mengucapkan selamat tinggal pada SC Heerenveen setelah pertandingan terakhir mereka pada Minggu, 12 Mei.
Laga melawan Vitesse menandai pertandingan terakhir mereka bersama Heerenveen di Stadion Abe Lenstra, yang merupakan bagian dari kompetisi Liga Belanda.
BACA JUGA: Ranking FIFA Timnas Indonesia jika Kalahkan Irak dan Filipina, Kembali Melesat Tinggi
Nathan, yang bermain sebagai pemain pinjaman, akan kembali ke Swansea City, klub yang masih mengikatnya dengan kontrak sampai 30 Juni 2026.
Sementara itu, masa depan Thom Haye masih menjadi tanda tanya pasca kontraknya dengan Heerenveen yang telah berakhir.
Omrop Fryslan, sebuah media di Belanda, melaporkan bahwa Thom Haye berpotensi bergabung dengan Como, sebuah klub Italia, setelah usaha sebelumnya gagal pada musim lalu.
"Belum jelas di mana Haye akan bermain setelah musim ini. Dia bisa saja pindah ke Italia musim dingin lalu, karena klub Serie B Como pasti menyukainya," tulis Omrop Fryslan.
Como, yang dimiliki oleh seorang pengusaha asal Indonesia, berhasil naik kelas dari Serie B ke Serie A baru-baru ini.
Sebelumnya, pada musim dingin, Haye sempat dihubung-hubungkan dengan Como, yang tampaknya tertarik untuk mengamankan jasanya, menurut Omrop.
Profil Como
Como 1907 memastikan posisinya setelah berhasil menduduki posisi kedua di Serie B, mengikuti jejak Parma yang telah terlebih dahulu mendapatkan promosi. Como 1907 merupakan klun yang dikelola oleh grup Djarum kepemilikan Hartono bersaudara.
Keberhasilan Como dalam kembali bersaing di liga utama Italia musim depan sangat dipengaruhi oleh kontribusi besar dari Michael Hartono dan Robert Budi Hartono.
Mereka berdua, melalui grup Djarum, memegang mayoritas saham di klub yang berbasis di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey