Suara.com - Pertandingan Bahrain vs timnas Indonesia diwarnai kontreversi keputusan wasit yang melebihkan masa injury time, sehingga merugikan skuad Garuda.
Timnas Indonesia meraih hasil imbang 2-2 lawan Bahrain, Kamis (10/10/2024). Dua gol skuad Garuda dicetak Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick.
Sedangkan dua gol Bahrain diborong oleh Mohamed Marhoon. Akan tetapi, gol terakhir berbau kecurangan wasit.
Sebab, wasit justru menambah masa perpanjangan waktu. Awalnya injury time adalah +6 tapi justru sampai +9.
Protes pun terjadi karena wasit dianggap tidak adil dan memihak berat sebelah. Banyak juga warganet yang ingin laga itu untuk diulang.
Pertanyaannya, apakah laga yang sudah berakhir bisa diulang? Ternyata FIFA pernah kabulkan pertandingan ulang karena wasit curang.
Momen itu terjadi ketika Senegal vs Afrika Selatan pada 12 November 2016. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Joseph Lamptey.
Afrika Selatan awalnya menang 2-1, tapi wasitnya curang karena dianggap memberikan penalti yang tidak sah kepada skuad berjuluk Bafana. Pemain Senegal dianggap handball padahal tidak menyentuh bola.
FIFA lalu memutuskan wasit bersalah karena memanipulasi pertandingan. Ia pun mendapatkan hukuman berat.
Baca Juga: Wasit Curang, Shin Tae-yong: Wajar Pemain Timnas Indonesia Ngamuk
Pertandingan Afrika Selatan melawan Senegal lantas diulang pada 10 November 2017. Laga itu berakhir dengan kemenangan Senegal 2-0.
Berkaca dari itu, FIFA bisa saja mengulang pertandingan Bahrain vs timnas Indonesia jika protes dari PSSI dikabulkan.
Adapun PSSI menegaskan sudah mengirimkan surat protes ke FIFA. Hal ini disampaikan oleh Arya Sinulingga.
“Ya kita kirim surat protes. Kita sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Seperti menambah waktu sampai Bahrain menciptakan gol," ucap Arya dikutip dari Antara.
Berita Terkait
-
Cuma di Bahrain, Pemain Timnas Bisa Diculik dan Ditangkap
-
Media Belanda Hingga AS Soroti Wasit Kontroversial di Laga Bahrain vs Indonesia
-
Pemain Timnas Filipina: Kemenangan Timnas Indonesia Dirampok Wasit
-
Jejak Berdarah Presiden AFC Asal Bahrain: Penculik dan Pelanggar HAM
-
3 Keputusan Kontroversial Ahmed Al Kaf yang Rampok Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan