Suara.com - Media berbahasa Arab,
Asharq Al-Awsat, menyoroti peningkatan level Timnas Indonesia. Mereka menyeret nama Presiden Soekarno saat membahas perihal masifnya naturalisasi yang dilakukan PSSI.
Timnas Indonesia baru saja membungkam Arab Saudi 2-0 dalam laga keenam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Selasa (19/11/2024) malam WIB.
Ini merupakan kemenangan perdana skuad Garuda atas Arab Saudi sepanjang sejarah, membuat hasil ini tak hanya disambut positif fans Merah Putih tetapi juga menggemparkan dunia.
Salah satu media berbahasa Arab yang berkantor di London, Inggris, Asharq Al-Awsat sempat menyoroti apa yang mereka sebut sebagai 'revolusi naturalisasi' jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi.
Menariknya, mereka membahas fenomena naturalisasi itu lewat dimensi yang lebih luas, yakni sejarah dari terbentuknya tim nasional Indonesia dari era penjajahan Belanda hingga kemerdekaan.
Di era pra kemerdekaan, Timnas Indonesia sempat masuk Piala Dunia 1938 di Prancis, tetapi menggunakan nama “Dutch East Indies” di mana komposisi pemainnya mirip seperti sekarang, gabungan lokal dan pemain Belanda.
Selepas itu, sepak bola Indonesia dijadikan Presiden Soekarno sebagai alat persatuan dan diplomasi di dunia internasional dengan mengikuti Asian Games 1951 hingga Olimpiade Melbourne 1956.
Asharq Al-Awsat menyebut pasca era Soekarno, Timnas Indonesia tidak berkembang. Prestasi Garuda makin tertinggal dari negara-negara Asia lain seperti Korea Selatan dan Jepang.
Kini, di bawah kepemimpinan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, Timnas Indonesia perlahan berusaha untuk kembali masuk perhitungan di kancah sepak bola dunia.
Baca Juga: Heboh! Juara Kickboxing Eropa Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia, Siapa Dia?
Salah satu pendekatan utama PSSI adalah menggencarkan proyek naturalisasi pemain keturunan yang mayoritas berasal dari Belanda.
Setidaknya sudah ada 14 pemain naturalisasi yang jadi andalan Timnas Indonesia saat ini. Bahkan saat mengalahkan Arab Saudi, sembilan pemain keturunan Belanda diturunkan Shin Tae-yong sebagai starter.
Situasi itu dianggap media Asharq Al-Awsat sebagai tanda Indonesia sudah tidak malu-malu lagi untuk menjadikan naturalisasi sebagai solusi instan menaikan kualitas tim nasional mereka.
"Sepak bola Indonesia mendobrak kesan "malu-malu" dengan "revolusi naturalisasi"," tulis Asharq Al-Awsat dalam judul artikelnya, dikutip Suara.com pada Rabu (20/11/2024).
"Jumlah pemain naturalisasi di timnas terus meningkat, dan kebangkitan timnas sepak bola Indonesia diiringi dengan kekhawatiran bahwa masuknya pemain naturalisasi akan merusak jati diri tim dan mengurangi motivasi pemain lokal," tulis mereka di badan berita.
"Penentangan terhadap naturalisasi tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari politisi, termasuk anggota DPR."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Bojan Hodak Berpotensi Cabut dari Persib Jika Hal Ini Tak Tercapai
-
Wasit Jadi Sorotan! Hector Souto Kritik Keras Kepemimpinan Wasit Laga AFF
-
Alasan Mohamed Salah Dicadangkan Saat Arne Slot Pilih Taktik Bertahan Lawan PSG
-
NAC Breda Tak Terima Dean James Bebas Masalah Paspor, Ajukan Banding ke KNVB
-
Lolos ke Semifinal, Timnas Futsal Indonesia Sudah Capai Target di Piala AFF Futsal 2026
-
Piala AFF Futsal 2026: Indonesia akan Kesusahan Lawan Vietnam
-
Tanpa Kiper Eropa, Ini 4 Penjaga Gawang Lokal yang Siap Jadi Benteng Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Dean James Bebas Sanksi dari Skandal Paspor, Buka Peluang Kembali Bela Go Ahead Eagles
-
Menanti Duel Panas di Semifinal: Indonesia Berpotensi Jumpa Thailand di Final Piala AFF Futsal 2026
-
Simeone Tertawa, Flick Mengamuk: Drama VAR Panaskan Duel Atletico vs Barcelona