Bola / Liga Inggris
Senin, 03 Maret 2025 | 15:50 WIB
Manchester United Tersingkir dari Piala FA. [Instagram Manchester United]

Suara.com - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menegaskan bahwa target timnya adalah kembali menjadi juara Liga Inggris sejak terakhir kali melakukannya pada 2013 silam.

Hal itu disampaikan Amorim setelah Setan Merah tersingkir dari Piala FA 2024/2025 setelah takluk dari Fulham dalam adu penalti yang berkesudahan 3-4 usai bermain 1-1 selama 120 menit.

Victor Lindelöf dan Joshua Zirkzee gagal mengeksekusi penalti, membuat United—sebagai juara bertahan—harus tersingkir.

Kegagalan ini menambah tekanan bagi Amorim jelang laga melawan Real Sociedad di 16 besar Liga Europa 2024/2025.

Liga Europa kini menjadi satu-satunya peluang United untuk meraih trofi dan memastikan tempat di Liga Champions musim depan.

Namun, melihat performa mereka melawan Fulham yang kurang tajam di momen-momen krusial, tantangan ini tidak akan mudah.

"Pada akhirnya, penalti bisa menguntungkan kedua belah pihak dan hari ini bukan jalan kami," ujar Amorim dikutip dari ESPN, Senin (3/3/2025).

"Kami tahu bahwa kami kalah dalam pertandingan, tetapi tujuannya adalah memenangkan Premier League lagi. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kami punya tujuan, dan kami terus maju apa pun yang terjadi."

"Tidak mungkin untuk mengetahuinya, tetapi Anda mulai memahami bahwa para pemain lebih baik dan kami memahami liga. Kita lihat saja nanti."

Baca Juga: Tiba di Bali, Cristiano Ronaldo: Love It, Terima Kasih Pak Presiden

Sebelum pertandingan, Amorim sempat memuji staf kepelatihannya atas peningkatan dalam mempertahankan situasi bola mati. Namun, kenyataan di lapangan justru berkata lain.

United kebobolan dari skema bola mati, di mana Rodrigo Muniz dengan mudah meneruskan bola kepada Calvin Bassey yang mencetak gol di tiang jauh. Manuel Ugarte dan Noussair Mazraoui gagal mengantisipasi pergerakan lawan.

Ini menjadi kali kelima secara beruntun United kebobolan lebih dulu. Dari 24 pertandingan di bawah Amorim, United tertinggal lebih dulu dalam 16 laga—statistik yang mencerminkan lemahnya pertahanan.

Selain itu, United juga mengalami kesulitan mencetak gol, terutama di babak pertama. Mereka gagal mencetak gol dari permainan terbuka dalam 19 babak pertama berturut-turut.

Selain itu, Amorim hanya bisa membawa tujuh pemain cadangan dari sembilan yang diperbolehkan, dengan dua di antaranya adalah kiper muda. Ini mencerminkan kedalaman skuad yang terbatas, menambah tantangan bagi Amorim.

Sejak menggantikan Erik ten Hag pada November, Amorim telah mengalami 10 kekalahan dari 25 pertandingan. Meskipun United belum mempertimbangkan untuk menekan Amorim, manajemen menyadari pentingnya kompetisi piala, baik sebagai hiburan bagi penggemar maupun jalur ke kompetisi Eropa.

Load More