Suara.com - Kiper Dewa United, Sonny Stevens mengungkap pengalamannya selama bermain bersama Dewa United di Liga Indonesia. Menurut kiper asal Belanda itu, banyak hal tak terduga yang ia alami.
Sonny Stevens menjelaskan ia datang ke Indonesia pada musim panas 2023. Saat itu, ia baru selesai dipinjamkan ke klub Eredivisie ADO Den Haag. Berada di Dewa United, Sonny tunjukkan perfomance gemilang.
Dewa United saat ini berada di peringkat dua klasemen BRI Liga 1 2024/2025, mereka punya kans untuk bermain di kompetisi Asia pada akhir musim.
"Ini membuat Anda memiliki hak untuk bisa berpartisipasi bermain di kompetisi Asia," ucap Sonny seperti dilansir dari voetbalprimeur.nl. Senin (17/3).
"Setahun sebelum saya tiba, klub ini baru saja promosi ke kompetisi utama. Mereka kemudian finish di posisi kedua dari bawah, tetapi musim itu dinyatakan batal karena kerusuhan (tragedi Kanjuruhan). Lalu kami finish di peringkat kelima. Dewa United telah menunjukkan tren kenaikan tiap musimnya," jelas kiper 32 tahun itu.
Stevens lebih lanjut menjelaskan bahwa perkembangan Dewa United sebagai klub cukup signifikan. Ia menuturkan awalnya saat pertama datang kondisi klub tidak baik-baik saja. "Saya paham klub di sini (Indonesia) dapat berkembang sangat cepat. Saat saya datang ke sini, tempat ini masih agak hancur," ungkapnya.
Sonny Stevens kemudian mengatakan mengapa pada akhirnya ia datang ke Indonesia dan bermain di Dewa United. Menurutnya hal itu tak lepas dari pelatih kiper Sjoerd Woudenberg. Kala itu, Stevens masih memiliki kontrak satu tahun dengan klub Yunani, OFI Crete.
"Ia tiba-tiba menelepon saya. Ia bertanya kepada saya, apa pendapatmu bermain sebagai kiper di Indonesia? saya menjawab, itu seperti berada di belahan dunia lain, saya bisa melempar bola ke rumah," kata Sonny Stevens.
Diakui oleh Sonny Stevens, selama berada di Indonesia, satu hal yang sangat ia sukai adalah ramah tamah orang Indonesia. "Benar-benar hebat. Sejak awal, orang-orangnya ramah, klub sangat profesional, dan keluarga saya baik-baik saja di sini," jelasnya.
Namun kata Stevens, bahasa menjadi kendala yang ia harus hadapi. Meski hal itu tak berpengaruh banyak kepada penampilannya. Apalagi Dewa United saat ini dilatih oleh pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink.
"Ada kendala bahasa yang cukup besar. Orang Indonesia hampir tidak bisa berbahasa Inggris dan saya tidak bisa berbahasa Indonesia. Untungnya ada penerjemah dan beberapa pemain di klub pernah bermain di luar negeri dan mereka bisa menerjemahkan. Itu bagus untuk pemain dan staf pelatih," sambungnya.
Performa gemilang Dewa United tak lepas dari peran kiper Sonny Stevens. Penjaga gawang asal Belanda itu tampil impresif dengan mencatat 83 penyelamatan, hanya kalah satu dari Alan (PSS Sleman) yang mengoleksi 84 saves.
Meski lini pertahanan Dewa United terbilang biasa saja dengan 24 kebobolan dalam 22 laga, Stevens tetap menjadi andalan di bawah mistar. Bahkan, PSM Makassar yang berada di peringkat 11 memiliki catatan kebobolan lebih baik (21 gol).
Dewa United aktif di bursa transfer dengan merekrut tiga bintang berpengalaman: Taisei Marukawa, Hugo Gomes, dan Alexis Messidoro. Ketiganya mulai bersinar, bahkan Jan Olde Riekerink kerap memainkan mereka bersamaan.
Hugo dan Messidoro berperan sebagai gelandang serang, sementara Marukawa mengacak-acak pertahanan lawan dari sayap. Dewa United juga diperkuat dua pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya, yang tampil impresif. Egy mencetak sembilan gol, menjadi top skor lokal sejauh ini. Ricky, meski lebih bertahan, tetap produktif dengan dua gol dan lima assist.
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Jelang 7 Laga Persib di Sisa BRI Liga 1
-
Bijak! Begini Cara Septian Bagaskara Sikapi Persaingan di Lini Depan Timnas
-
Sjoerd Woundenberg Gabung Timnas Indonesia, Dewa United: Kami Dukung Penuh!
-
BRI Liga 1: Pelatih Ong Kim Swee Beri Jeda Sejenak untuk Pemain Persis Solo
-
Enjoy Soal Persaingan Lini Depan, Septian Bagaskara: Pelatih Punya Wewenang
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan