Suara.com - Pelatih Timnas Australia, Tony Popovic, menegaskan pentingnya pertandingan melawan Timnas Indonesia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Laga yang akan digelar di Stadion Sydney pada Kamis, 20 Maret 2025, ini menjadi kesempatan bagi Australia untuk memperkuat posisinya di Grup C.
Saat ini, Australia berada di peringkat kedua grup dan berpeluang besar mengamankan posisi mereka menuju babak selanjutnya.
Kemenangan atas Indonesia akan memberi keuntungan signifikan sebelum mereka menghadapi laga tandang melawan China.
Tony Popovic menegaskan bahwa timnya harus memanfaatkan laga kandang sebaik mungkin. Ia menilai tiga poin dalam pertandingan ini sangat krusial, terutama mengingat jumlah laga yang semakin sedikit dalam fase kualifikasi.
"Tiga poin selalu penting. Pertandingan semakin sedikit, tapi pendekatannya tetap sama seperti saat melawan China. Saat itu kami harus menang, dan para pemain mampu menghadapi tekanan dengan baik," ujar Tony Popovic dikutip dari laman resmi Socceroos, Senin (17/3/2025).
Australia juga memiliki keuntungan bermain di hadapan suporter sendiri. Dukungan penuh dari publik Sydney diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi para pemain untuk tampil maksimal di lapangan.
"Kami tahu posisi kami dalam kualifikasi, dan peluang ada di tangan kami. Dengan kemenangan di Sydney, kami bisa mengamankan posisi sebelum bertandang ke China," tambahnya.
Dengan skuad yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi internasional dan kedalaman tim yang kuat, Australia akan berusaha menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal.
Baca Juga: Erick Thohir Singgung Kevin Diks dan Sandy Walsh: Saya Tidak Tahu
Timnas Indonesia Berpeluang Beri Kejutan
Bagi Timnas Indonesia, pertandingan ini menjadi tantangan besar. Meski berstatus sebagai tim tamu, skuad asuhan Patrick Kluivert tetap memiliki peluang untuk mencuri poin.
Motivasi tinggi dan persiapan matang akan menjadi kunci bagi Indonesia dalam menghadapi tim kuat seperti Australia.
Tim Garuda perlu menemukan celah di lini pertahanan Australia yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Kecepatan para pemain sayap serta efektivitas lini depan akan sangat menentukan hasil akhir laga ini.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Indonesia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman, Timnas Indonesia berusaha tampil lebih kompetitif di kualifikasi ini.
Rekor Pertemuan Australia vs Timnas Indonesia
Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, Australia memiliki catatan lebih unggul dibandingkan Indonesia.
Menyitat laman 11v11, Timnas Indonesia dan Australia sudah bertemu 20 kali. Hasilnya, Garuda cuma menang sekali, empat imbang dan 15 kali kalah.
Satu-satunya kemenangan pun diraih pada 30 Agustus 1981 dalam kualifikasi Piala Dunia. Saat itu, Garuda menang tipis 1-0.
Setelahnya, Timnas Indonesia tak pernah menang dalam 10 laga terakhir dengan Australia. Catatannya delapan kalah dan dua imbang.
Pada pertemuan terakhir 10 September 2024, Timnas Indonesia berhasil menahan Australia 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Australia jelas mengincar tiga poin penuh demi mengamankan langkah mereka ke fase selanjutnya.
Sementara itu, Indonesia juga memiliki target besar untuk tetap bersaing dalam kualifikasi ini.
Hasil imbang atau bahkan kemenangan akan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Susunan Tim Pelatih Timnas Australia, Ternyata Ada yang dari Belanda dan Pernah Bantu Alex Ferguson
-
Terkuak Pesan Shin Tae-yong usai Tahu Asnawi Dicoret Patrick Kluivert
-
Venue Australia vs Timnas Indonesia: Sydney Football Stadium Simpan Kenangan Buruk bagi Socceroos
-
Patrick Kluivert Belum Menjelaskan, Erick Thohir: Saya Tak Berani Tanya
-
Merah-merah, Momen Timnas Indonesia Turun dari Pesawat di Bandara Australia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan