Suara.com - Kiprah Patrick Kluivert sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia langsung menarik perhatian banyak pihak, termasuk Maarten Paes. Mantan striker timnas Belanda itu kini resmi menjadi bagian dari skuad Garuda sejak putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Debutnya cukup menantang, namun memberikan secercah harapan.
Dalam dua pertandingan perdana di bawah asuhan Kluivert, Indonesia mencatat hasil beragam. Satu kemenangan diraih saat melawan Bahrain dengan skor tipis 1-0, sementara laga melawan Australia berakhir dengan kekalahan 1-5.
Meski demikian, evaluasi terhadap performa tim dan gaya kepemimpinan Kluivert mulai terbangun.
Maarten Paes, kiper berdarah Indonesia yang memperkuat FC Dallas, memberikan penilaiannya terhadap kehadiran pelatih baru tersebut. Ia menyebut bahwa Kluivert adalah sosok yang cepat membaur dengan pemain, membawa aura positif, dan memiliki pendekatan yang hangat terhadap seluruh anggota tim.
Namun, Paes juga menyadari bahwa tantangan pertama yang dihadapi sang pelatih bukanlah perkara mudah.
Dalam persiapan menghadapi Australia, skuad Indonesia mengalami keterbatasan waktu. Latihan taktik pun tidak bisa dilakukan secara maksimal karena hampir semua pemain baru berkumpul satu hari menjelang pertandingan.
"Jadi kami tidak bisa melatih taktik karena mereka bisa melihatnya. Karena kami hanya memiliki satu hari di mana semua orang hadir, dan kami hampir tidak bisa berlatih," kata Maarten Paes dilansir dari kanal YouTube FC Dallas.
"Jadi kami hampir tidak bisa benar-benar mempersiapkan dengan baik."
Menurut Paes, keterbatasan waktu tersebut membuat Indonesia kesulitan dalam mengantisipasi strategi lawan.
Baca Juga: Riwayat Timnas Indonesia VS China, Siapa Lebih Sering Jadi Pecundang
Akibatnya, meski sempat bermain baik di 20 menit awal pertandingan, Timnas Indonesia kesulitan mempertahankan ritme dan harus mengakui keunggulan Australia. Pertandingan itu pun menjadi pelajaran penting bagi seluruh tim, termasuk sang pelatih.
Berbeda halnya saat melawan Bahrain. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, tim mampu menjalani latihan yang lebih matang, termasuk pemantapan skema permainan. Hasilnya, skuad Garuda mampu menunjukkan permainan yang lebih rapi dan akhirnya meraih kemenangan di laga tersebut.
Patrick Kluivert memang datang dengan segudang pengalaman sebagai pemain dan pelatih. Kiprahnya di sejumlah klub Eropa dan kontribusinya untuk Timnas Belanda memberikan nilai tambah tersendiri.
Namun, membesut timnas dari kawasan Asia dengan karakter pemain dan budaya yang berbeda jelas menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan Kluivert belum berakhir. Di bulan Juni nanti, Timnas Indonesia akan menghadapi dua lawan berat, yakni China dan Jepang. Kedua laga ini diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi kematangan strategi Kluivert dan konsistensi para pemain.
Jika melihat rekam jejak Jepang dan China di kancah sepak bola Asia, kedua tim dikenal memiliki organisasi permainan yang kuat dan kedalaman skuad yang solid. Hal ini tentu membutuhkan persiapan lebih matang, baik dari segi fisik maupun mental pemain Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta