Suara.com - Timnas Malaysia sedang mengambil langkah strategis untuk memperkuat lini depan tim nasionalnya dengan memproses naturalisasi penyerang asal Argentina, Rodrigo Holgado.
Saat ini, pemain berusia 28 tahun itu membela CD America de Cali, salah satu klub papan atas di kompetisi Liga Kolombia (Categoría Primera A).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Malaysia tengah membidik kemenangan penting melawan Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027, sekaligus berambisi mengejar dominasi Indonesia yang terus menguat di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran Holgado dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Harimau Malaya untuk membentuk skuad kompetitif melalui jalur naturalisasi.
Statistik Mentereng di Liga Kolombia
Sejak bergabung dengan America de Cali pada tahun lalu, Holgado menunjukkan performa yang sangat menjanjikan.
Ia telah mencatat 17 gol dari total 44 pertandingan, sebuah angka yang menandai konsistensinya di level atas.
Bahkan di musim ini saja, Holgado sudah menorehkan 7 gol dan 2 assist di semua ajang, sekaligus membantu timnya memuncaki klasemen sementara dengan 36 poin dari 19 laga.
Media Malaysia, termasuk Berita Harian, menyoroti keahlian teknis yang dimiliki Holgado.
Baca Juga: Selamat Datang Pemain Keturunan! Gelandang Fortuna Sittard Sudah Lama dilirik
Ia disebut sebagai striker bertalenta tinggi dengan kemampuan finishing yang kuat, serta bisa menjadi senjata mematikan di lini depan skuad asuhan Peter Cklamovski.
Tipe Pemain yang Cocok untuk Skema Malaysia
Berdasarkan data dari Whoscored, Holgado memiliki sejumlah keunggulan teknis yang mendukung gaya bermain Timnas Malaysia.
Ia dikenal tangguh dalam dribel, piawai menciptakan peluang dari situasi bola mati, dan terbiasa bermain dalam pola umpan pendek — gaya yang kerap diterapkan Cklamovski di timnas.
Kehadirannya disebut-sebut akan meningkatkan kreativitas serta efektivitas serangan, terutama menghadapi tim-tim dengan pressing ketat seperti Vietnam.
Dengan gaya bermain keras dan cepat yang sudah terbiasa ia hadapi di Amerika Selatan, adaptasi ke sepak bola Asia Tenggara dinilai tidak akan menjadi hambatan besar.
Tantangan dan Risiko
Meski punya banyak kelebihan, Rodrigo Holgado bukan tanpa celah. Ia masih memiliki kekurangan dalam duel udara, penyelesaian akhir dalam tekanan, serta kemampuan menjaga bola di tengah pressing lawan.
Namun, federasi sepak bola Malaysia tampaknya siap mengambil risiko tersebut demi mendapatkan striker dengan naluri gol tinggi dan pengalaman internasional.
Langkah ini menegaskan bahwa Malaysia tidak segan menerapkan strategi agresif dalam mencari pemain berkualitas melalui jalur naturalisasi.
Holgado akan menjadi bagian dari barisan naturalisasi setelah nama-nama seperti Fergus Tierney, Paulo Josue, dan Romel Morales, yang saat ini sudah menjadi andalan di skuad utama.
Potensi Jadi Kartu As Malaysia di Asia Tenggara
Rekam jejak Holgado juga menunjukkan tren positif sejak awal kariernya. Ia pernah menjadi top skor di Liga Primera B Chile 2018, dan terus berkembang hingga menjadi salah satu striker paling menonjol di Liga Kolombia.
Jika proses naturalisasinya berjalan mulus, Holgado berpeluang melakoni debutnya bersama Harimau Malaya dalam waktu dekat.
Kehadiran Holgado berpotensi menjadi pembeda di laga-laga krusial yang akan dihadapi Malaysia, serta memperkuat rivalitas panas mereka dengan Indonesia dalam perebutan tahta Asia Tenggara.
Beberapa pengamat bahkan menyebutnya sebagai "versi Malaysia" dari pemain naturalisasi Indonesia seperti Rafael Struick atau Thom Haye.
Pelatih Peter Cklamovski menaruh harapan besar agar Holgado tak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjawab krisis produktivitas striker lokal dalam jangka panjang.
Jika bisa beradaptasi dengan cepat dan konsisten, Holgado bisa menjadi proyek sukses yang memberikan dampak signifikan bagi masa depan sepak bola Malaysia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Piala AFF 2026 Bakal Berubah Jadwal, Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaik
-
Panggil 7 Pemain Debutan, Pelatih Jepang Tetap Incar Kalahkan Timnas Indonesia
-
Jangan Takut Sama China karena Hal Ini, Patrick Kluivert Sudah Nggak Pusing Nih
-
Sudah 35 Tahun, Apa Manfaat Stefano Lilipaly untuk Timnas Indonesia?
-
Calvin Verdonk Cabut dari NEC Nijmegen Asal Syarat Ini Terpenuhi
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Timnas Indonesia Jamu 3 Negara di GBK, Marc Klok Sebut Momentum Adaptasi Taktik John Herdman
-
Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
-
Allano Lima Raja Assist Tapi Banjir Kartu, Mauricio Souza: Fokus Menang Jangan Kritik Terus!
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions