Dalam laga melawan China, selain pertahanan solid yang diperlihatkan trio belakang Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner, Timnas Indonesia juga menunjukkan kedisiplinan dan efektivitas permainan.
Meski mendapat tekanan di babak kedua, Garuda mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga.
Bila Indonesia hanya mampu menahan imbang Jepang, mereka tetap akan memperoleh tambahan 9,08 poin, yang masih cukup positif. Tambahan poin ini akan memperkuat posisi Indonesia di sekitar peringkat 110-an dunia.
Sebaliknya, jika Indonesia harus menelan kekalahan di Osaka, mereka diperkirakan akan kehilangan 3,42 poin.
Meski demikian, penurunan ini tidak akan menjatuhkan mereka terlalu jauh dari posisi saat ini, mengingat margin poin antar peringkat cukup rapat.
Laga ini jelas menjadi momen penting. Sejak keberhasilan menaklukkan China, semangat dan kepercayaan diri para pemain kian meningkat.
Patrick Kluivert pun kemungkinan besar akan menerapkan strategi disiplin serupa untuk meredam kekuatan Jepang.
Selain itu, rotasi pemain yang dilakukan di laga sebelumnya—seperti masuknya Beckham Putra Nugraha dan Kevin Diks—membuktikan bahwa skuad Garuda memiliki kedalaman yang cukup baik.
Di laga kontra China, Beckham bahkan nyaris memberikan assist untuk Diks yang sayangnya belum berbuah gol tambahan.
Baca Juga: Patrick Kluivert Akui Belum Bisa Tinggalkan Sistem Warisan Shin Tae-yong, Lho Kok Bisa?
Kini, peluang Indonesia untuk mencetak sejarah baru terbuka lebar. Kemenangan atas Jepang tidak hanya akan memperbaiki peringkat FIFA, tetapi juga meningkatkan moral tim menjelang putaran keempat kualifikasi.
Sebuah kemenangan di Osaka bakal menjadi pencapaian prestisius yang mengangkat nama Indonesia di kancah sepak bola internasional.
Apapun hasilnya, performa impresif Indonesia dalam beberapa laga terakhir menunjukkan bahwa mereka semakin kompetitif di level Asia.
Dukungan publik tanah air pun menjadi dorongan tambahan bagi skuad Garuda untuk terus melaju.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Infantino Buka Pintu untuk Rusia, Sanski FIFA Segera Dicabut
-
Gabung Klub Super League, 2 Pemain Ini Ternyata Belum Ada Setahun Dinaturalisasi
-
AC Milan 22 Laga Tak Terkalahkan, Massimiliano Allegri Mengaku Belum Puas
-
Pemain Naturalisasi ke Super League: Kemajuan atau Kemunduran? Netizen Terbelah
-
Bidik Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto Pasang Target Tertinggi untuk Timnas Indonesia
-
Pemain Baru Persib Berpeluang Tampil Lawan Malut United
-
Profil Jonathan Sirois: Kiper Rp5 Miliar Pengganti Maarten Paes di FC Dallas
-
FIFA Jatuhi Sumardji Hukuman Larangan Dampingi Timnas Indonesia Sebanyak 20 Laga, Kenapa?
-
Sumardji Dihukum Berat FIFA: Dilarang Dampingi Timnas Indonesia 20 Laga dan Denda Ratusan Juta
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031