Suara.com - Jobe Bellingham, pemain muda berbakat Borussia Dortmund, memanfaatkan momentum Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai ajang adaptasi penting usai bergabung dari Sunderland pada bursa transfer musim panas.
Langkah ini membuktikan komitmen sang gelandang untuk segera menyatu dengan gaya permainan tim asal Jerman tersebut.
Berbeda dari kebanyakan pemain yang memilih rehat atau menikmati liburan pascamusim, Jobe justru memilih tetap aktif bersama tim barunya.
Ia melihat keikutsertaannya di ajang bergengsi ini sebagai kesempatan emas untuk memahami filosofi permainan Die Borussen dan ekspektasi pelatih terhadap para pemain.
Dalam turnamen ini, Jobe tampil dua kali. Ia menjalani debut sebagai pemain pengganti saat Dortmund bermain imbang tanpa gol melawan wakil Brasil, Fluminense.
Di laga selanjutnya, Jobe tampil sebagai starter dan mencuri perhatian publik dengan performa impresifnya dalam kemenangan dramatis 4-3 atas Mamelodi Sundowns dari Afrika Selatan.
Laga tersebut berlangsung di Stadion TQL, Ohio, pada Sabtu, 21 Juni 2025.
“Ini menjadi pengalaman yang berbeda, karena dibandingkan mengurusi kontrak atau menghabiskan musim panas dengan berlibur, saya punya kesempatan di sini untuk berkumpul bersama tim dan memahami cara bermainnya serta bagaimana pelatih menginginkan kami bermain sebagai tim,” kata Jobe, dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu.
Kontribusinya tak tanggung-tanggung. Ia mencetak satu gol, menyamai kontribusi rekan-rekannya seperti Felix Nmecha dan Serhou Guirassy, serta membantu menciptakan tekanan hingga terciptanya gol bunuh diri oleh Khuliso Mudau.
Baca Juga: Pujian Pelatih Bergaji Rp384 M untuk Pemain Keturunan Indonesia Tijjani Reijnders
Performanya di laga tersebut bahkan diganjar penghargaan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Menariknya, dukungan suporter juga mengalir untuknya dengan chant modifikasi dari “Hey Jude” menjadi “Hey Jobe”, mengacu pada kakaknya yang kini membela Real Madrid, Jude Bellingham. Reaksi Jobe terhadap chant tersebut sangat positif.
Ia merasa bangga bisa mendapatkan dukungan dari fan setia klub barunya.
Pelatih Borussia Dortmund, Nico Kovac, turut mengapresiasi perkembangan sang pemain muda.
Meski menyebut masih ada hal yang perlu ditingkatkan, terutama soal disiplin posisi saat bertahan, ia menilai Jobe memiliki ketahanan fisik yang baik dan cepat belajar dari sesi latihan intensif dalam empat bulan terakhir.
Menurut Kovac, potensi Jobe sangat menjanjikan meskipun usianya baru 19 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati