Suara.com - Klub Bundesliga Borussia Monchengladbach bisa bernafas lega terkait kondisi cedera pemain anyar mereka, Kevin Diks.
Kevin Diks, yang mengalami cedera saat memperkuat Timnas Indonesia sempat membuat was-was klub Bundesliga tersebut.
Setelah sempat memunculkan kekhawatiran, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa cedera Diks tidak separah yang dikhawatirkan.
Dikutip dari laporan derwesten.de, setelah dilakukan pemeriksaan MRI, tim medis Borussia Mönchengladbach memberikan indikasi positif.
Meski masih terdapat penumpukan cairan di otot, cedera Diks diperkirakan ringan dan kemungkinan tidak memerlukan waktu pemulihan yang panjang.
Diagnosis akhir memang belum diumumkan secara resmi, namun Diks disebut bisa bergabung lebih cepat ke sesi latihan tim, yang akan dimulai secara resmi pada 6 Juli 2025.
Kevin Diks juga masih memiliki waktu istirahat tambahan usai tugas internasional bersama Indonesia.
Diks diharapkan menjadi pilar penting lini belakang Gladbach musim depan.
Pelatih dan manajemen klub percaya bahwa pengalaman dan gaya bermain agresif Diks akan memperkuat skuad “Die Fohlen” dalam menghadapi ketatnya persaingan Bundesliga.
Baca Juga: Belum Main, Kevin Diks Sah Cetak Rekor Unik di Borussia Monchengladbach
Diks mengalami cedera saat memperkuat Indonesia dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang.
Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu harus ditarik keluar lebih awal karena mengalami masalah otot.
Momen ini sempat memicu kecemasan di kubu Mönchengladbach, mengingat Diks juga baru pulih dari cedera serupa pada bulan April lalu ketika masih berseragam FC Kopenhagen.
Sebelum kepindahannya secara gratis (free transfer) ke Borussia Monchengladbach, Diks sudah mengalami cedera otot cukup serius saat tampil di laga derby melawan Brondby.
Cedera tersebut membuatnya absen selama enam pekan dan baru kembali bermain di pekan terakhir Liga Denmark musim lalu, bahkan mencetak gol dalam comeback-nya.
Dengan sejarah cedera tersebut, sempat muncul kekhawatiran bahwa cedera saat membela Timnas Indonesia akan membuat Diks kembali absen panjang dan mengganggu persiapan pramusim bersama klub barunya.
Berita Terkait
-
Media Italia: Negosiasi Jay Idzes Rumit, Klub Jerman Ikut Perburuan
-
Luput dari Sorotan, Pemain Keturunan Serba Bisa 21 Tahun Bisa Langsung Masuk Timnas Indonesia Senior
-
Ryan Flamingo Dianggap Tak Layak Bela Belanda, Kalau Bela Timnas Indonesia?
-
Thom Haye Tak Peduli Arab Saudi dan Qatar Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey