Suara.com - Indra Sjafri dikabarkan bakal menggantikan Gerald Vanenburg sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23.
Namun, bukan menjadi pengganti sepenuhnya. Indra disebut akan menjadi pelatih Timnas U-23 saat gelaran SEA Games 2025 mendatang di Thailand.
Setelah dipastikan bahwa Gerald Vanenburg tidak akan mendampingi skuad Garuda Muda di ajang dua tahunan tersebut, sejumlah nama mencuat sebagai kandidat penggant
Meskipun belum ada pengumuman resmi dari PSSI, berbagai media nasional mengabarkan bahwa Indra menjadi opsi utama.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menyebut pihaknya tidak melupakan kontribusi para pelatih yang sudah berjasa, termasuk Indra Sjafri.
Indra memang bukan nama asing di sepak bola Indonesia, khususnya di kelompok usia muda. Ia pernah menangani Timnas U-19, U-20, hingga U-23. Kiprahnya terbilang cemerlang, terutama dalam mencetak prestasi di kawasan Asia Tenggara.
Berikut tiga alasan kuat mengapa Indra Sjafri layak kembali dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 mendatang.
1. Punya Rekam Jejak Juara di SEA Games
Indra Sjafri adalah sosok yang membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja. Prestasi itu menjadi sangat bersejarah karena Indonesia terakhir kali naik podium tertinggi pada edisi 1991.
Dengan pengalaman langsung menjuarai turnamen yang sama, Indra tentu tahu medan, tekanan, dan pola permainan yang dibutuhkan untuk menang.
Baca Juga: 3 Nama Pelatih yang Bisa Gantikan Gerald Vanenburg di Ajang Sea Games 2025
Kemenangan tersebut juga membuktikan bahwa Indra bukan hanya mampu membentuk tim, tapi juga menghadirkan hasil nyata di turnamen dengan tensi tinggi seperti SEA Games.
Hal ini tak bisa dianggap remeh, mengingat tidak semua pelatih mampu tampil maksimal di ajang multievent yang jadwalnya padat dan pendek.
2. Spesialisasi di Sepak Bola Usia Muda
Sejak awal karier kepelatihannya, Indra memang dikenal sebagai spesialis tim nasional usia muda. Ia membawa Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 pada 2013 dan 2024.
Tak hanya itu, ia juga sukses mempersembahkan gelar AFF U-22 pada tahun 2019. Dalam konteks sepak bola Asia Tenggara, nama Indra sangat disegani.
Pengalamannya membina pemain muda Indonesia selama lebih dari satu dekade menjadi nilai tambah yang besar.
Ia mengenal karakter pemain lokal, tahu bagaimana membangun fondasi permainan, dan mengerti cara memaksimalkan potensi talenta muda. Dengan pondasi ini, ia tidak butuh waktu lama untuk membentuk tim yang solid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey