Suara.com - Jay Idzes tengah memasuki babak baru yang menjanjikan dalam kariernya, dengan negosiasi transfer ke klub Serie A, Torino, yang diperkirakan bernilai fantastis.
Kesepakatan pribadi yang telah dicapai oleh Jay Idzes bersama Torino memperlihatkan bahwa bek Timnas Indonesia ini benar-benar sedang naik daun dalam pentas sepak bola Eropa.
Berdasarkan laporan jurnalis Italia Nicolo Schira, Jay Idzes disebut telah menyetujui kontrak berdurasi empat tahun dengan bayaran tahunan mencapai Rp19 miliar per musim.
Dengan total gaji lebih dari Rp76 miliar dalam empat tahun, Jay Idzes akan menjadi salah satu pemain Indonesia dengan penghasilan tertinggi yang pernah merumput di Eropa.
Gaji Rp19 miliar per musim yang akan diterima Jay Idzes jika resmi bergabung dengan Torino bukan hanya soal nominal, tapi juga makna simbolik.
Statusnya sebagai pemain inti Venezia musim lalu terbukti lewat catatan 35 penampilan di Serie A, menunjukkan bahwa Jay Idzes memiliki kontribusi besar dan layak tampil di level tertinggi.
Dengan kualitas membaca permainan yang tajam dan ketenangan dalam mengendalikan bola, Jay Idzes menjadi komoditas panas setelah Venezia dipastikan turun ke Serie B musim depan.
Torino, klub asal Turin yang kini serius melakukan pendekatan ke Venezia, melihat potensi besar dalam diri pemain berusia 25 tahun ini.
Nilai transfer yang sedang dibicarakan berada di kisaran Rp152 hingga Rp171 miliar, ditambah sejumlah bonus yang bisa menjadikannya sebagai salah satu transfer terbesar bagi pemain Indonesia di Eropa.
Baca Juga: Bos FC Twente Bongkar Kondisi Mees Hilgers: Dia Frustasi!
Menurut Nicolo Schira, meski Genoa dan Sassuolo masih dalam radar, Torino berada paling depan dalam perburuan.
Mereka bukan hanya menawarkan tempat reguler di skuad utama, tetapi juga proyek jangka panjang yang bisa mengangkat karier Idzes ke level berikutnya.
Selain Torino, dua klub Serie A lainnya yaitu Genoa dan Sassuolo juga sempat dikaitkan dengan Jay Idzes, namun hanya Torino yang telah bergerak konkret dan menyepakati kesepakatan personal.
Jika proses ini rampung, maka Jay Idzes bukan hanya meninggalkan klub yang terdegradasi.
Ia akan menapaki babak baru sebagai pemain reguler Serie A bersama Torino, dengan gaji menggiurkan dan ekspektasi tinggi dari penggemar.
Lebih dari itu, keberhasilannya mengamankan kontrak bernilai tinggi juga bisa menjadi inspirasi bagi para pesepak bola muda Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati